panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 April 2013 | 15:03 wib
90 Pemohon Ikuti Sidang Kolektif Akta Kelahiran
.

TENGARAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 90 pemohon dari empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Susukan, Tengaran, Kaliwungu, dan Kecamatan Suruh, Jumat (26/4) pagi mendatangi Aula Kecamatan Tengaran untuk mengikuti sidang kolektif akta kelahiran.

Sidang ini harus ditempuh masing-masing pemohon apabila anaknya lebih dari setahun belum memiliki akta.

"Jika lebih dari setahun yang wajib hadir (pemohon-red) adalah orang tua. Kalau lebih 18 tahun belum memiliki akta kelahiran, pemohon harus hadir sendiri. Sedangkan peran dari tetangga hanya sebagai saksi," kata Kabid Pencatatan Sipil Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Tri Winarso kepada wartawan di sela-sela memantau sidang.

Menurut dia, ada beberapa faktor mengapa sebagian masyarakat hingga kini belum memiliki akta kelahiran.

Diantaranya karena tidak paham cara mengurusnya, keterbatasan biaya menyusul letak tempat tinggalnya jauh dari perkotaan, dan faktor lupa karena sebagian waktunya habis di perantauan.

"Tahun 2013 ini kami bersama Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Semarang akan menggelar lima kali sidang kolektif dengan mendatangi kecamatan di samping menggelar sidang reguler di PN Kabupaten Semarang di Ungaran," jelasnya.

Untuk menghindari sidang akta, pihaknya mengimbau agar masyarakat segera datang ke Dispendukcapil guna mengurus akta kelahiran sesaat setelah melahirkan.

"Agar tidak sidang, warga dalam hal ini orang tua kami minta untuk mengurus akta kelahiran dengan membawa salinan surat nikah, kartu keluarga, dan KTP. Semuanya akan dilayani gratis, terlepas dari itu kami juga mengapresiasi langkah sejumlah bidan yang membantu mengurus akta kelahiran satu paket dengan persalinan," tandas Winarso.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua PN Kabupaten Semarang, Nirwana menuturkan, untuk sidang kolektif kali ini pihaknya mendatangkan hakim, panitera, dan juru sumpah masing-masing tiga orang untuk melayani warga.

Menurutnya, sidang tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 6 Tahun 2012 tentang pedoman penetapan pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu satu tahun secara kolektif.

( Ranin Agung / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
Index Berita
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 4127
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 2099
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 1386
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 1525
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1065
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 22:15 wib
02 September 2014 | 15:30 wib
FOOTER