panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 April 2013 | 21:08 wib
Tanggul Wulan Jebol, 12 Desa Terendam Banjir
image

NAIK PERAHU: Sejumlah warga Desa Jleper Kecamatan Mijen, Demak, menaiki perahu saat dievakuasi ke tempat yang posisinya lebih tinggi, Rabu (10/4). (suaramerdeka.com/Hartatik)

 

DEMAK, suaramerdeka.com - Akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan di Desa/Kecamatan Mijen, Demak, sebanyak 12 desa tergenang banjir, Rabu (10/4). Ketinggian air di wilayah permukiman berkisar 1,5-2 meter dan tidak ada korban jiwa.

Ahmad Rochim (41), warga RT 3/RW 6 Desa Mijen mengatakan, informasi tanggul jebol sampai ke warga Selasa (9/4) sekitar pukul 20.00. Atas dasar informasi tersebut, warga setempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

"Informasi yang diterima warga, banjir semalam (Selasa, red) kiriman dari Purwodadi dan Bengawan Solo yang mengalir ke Sungai Wulan. Ketinggian air masuk ke permukiman sampai dua meter," ujarnya, hari ini, Rabu (10/4).

Jayadi (38), warga lainnya menambahkan panjang tanggul yang jebol sekitar 30 meter dengan kedalaman lima meter. Beberapa hari yang lalu, kata dia, proyek normalisasi baru saja berakhir. Informasi yang dihimpun dari Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Serang-Lusi-Juwana bahwa status Sungai Wulan Bahaya III atau waspada.

Asisten II Setda Demak dokter Singgih Setyono menjelaskan, ada delapan desa di Kecamatan Mijen dan empat di Kecamatan Wedung yang tergenang banjir. Upaya tanggap darurat yang dilakukan Pemkab meliputi evakuasi warga, pendirian dapur umum, toilet dan keamanan dari Kodim dan Polres.

"Ada sekitar 8.000-9.000 jiwa yang tinggal di 12 desa tersebut. Evakuasi  sudah dilakukan tim terpadu penanggulangan  bencana dengan menggunakan perahu karet," terangnya.

Sementara itu,  Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana dan Citra PMI Demak, Didit Ariyanto menambahkan, sedikitnya 1.500 nasi bungkus dibagikan ke warga. Dapur umum ini nantinya didirikan selama 3-4 hari.

Adapun data dari posko bencana di Kecamatan Mijen menyebutkan desa yang tergenang banjir di Kecamatan Mijen meliputi Desa Mijen, Pecuk, Ngelo Kulon, Jleper, Pasir, Rejosari, dan Ngegot. Sedangkan di Kecamatan Wedung antara lain Desa Jetak dan Jongsemi.
 
Jumlah rumah yang tergenang banjir sekitar 3.700. Sedangkan areal pertanian terendam banjir hampir 1.000 hektar. Dari delapan desa itu, ketinggian banjir paling tinggi di Desa Jleper dan Desa Ngelo Kulon sekitar 1,5-2 meter.

( Hartatik / CN38 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18176
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 10117
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 4881
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 5275
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1443
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER