panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Maret 2013 | 08:05 wib
Unnes Gelar Diklat Kepala Laboratorium

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menjadi seorang kepala laboratorium rupanya tidaklah mudah. Meski beban kerjanya hanya 12 jam, berbeda dengan guru yang mempunyai beban kerja 24 jam tiap pekan, untuk menjadi kepala laboratorium harus mendapatkan sertifikat dari perguruan tinggi atau lembaga yang ditetapkan pemerintah.

Maka dari itu, Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepala Laboratorium Sekolah di Kampus Bendan Ngisor Semarang belum lama ini. Menggandeng Himpunan  Pendidik dan Penguji Seluruh Indonesia (HIPPSI), diklat ini menganut pola 300 jam dan berlangsung hingga Mei 2013.

Usai membuka diklat dengan didampingi Direktur PPs Unnes Prof Samsudi dan Ketua HIPPSI Prof Wasino, Rektor Sudijono Sastroatmodjo mengatakan Diklat ini merupakan salah satu wujud Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. “Berbeda dengan pembagian dalam matematika yang jika dibagi terus akan habis, semangat berbagi yang dilakukan Unnes tidak akan pernah habis jika dibagi.” ujarnya.

Sebelumnya saat membuka Diklat Pelatihan Karya Ilmiah dan Penelitian Tindakan Kelas, Rektor berpesan agar peserta Diklat benar-benar memanfaatkan kegiatan ini karena saat ini guru harus dinamis demi meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. “Setiap tahun siswa selalu berganti, jangan sampai guru menggunakan metode yang sama untuk mengajar di kelas,” katanya.

Di sisi lain, Direktur PPs Prof Samsudi mengatakan, kepala laboratorium dapat berasal dari guru atau laboran dan harus mempunyai sertifikat dari perguruan tinggi. Aturan ini tertuang dalam  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 26 Tahun 2008.

“Selama ini pekerjaan sebagai kepala laboratorium belum mendapatkan apresiasi yang pantas. Dengan adanya aturan sertifikasi ini kepala laboratorium akan mendapat penghargaan sesuai dengan tugas-tugasnya,” tandasnya.

Senada dengan Rektor Sudijono Sastroatmodjo, Direktur PPs Prof Samsudi yang turut mendampingi mengatakan guru tak ubahnya dokter yang harus mengetahui penyakit sekecil apapun di kelas. “Inovasi pembelajaran harus selalu tumbuh guna meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Diklat Pelatihan Karya Ilmiah dan Penelitian Tindakan Kelas diikuti oleh ratusan guru TK, SD, SMP, hingga SMA. Sedangkan Diklat Kepala Laboratorium diikuti puluhan guru SMP/MTS dan SMA/MA/SMK se-Jawa Tengah.

( Andika Primasiwi / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
30 Juli 2014 | 07:53 wib
Dibaca: 21
30 Juli 2014 | 05:59 wib
Dibaca: 241
30 Juli 2014 | 05:05 wib
Dibaca: 283
30 Juli 2014 | 04:40 wib
Dibaca: 301
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER