panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Maret 2013 | 01:32 wib
Kejati Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Sragen

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi juga menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi APBD Sragen. “Berdasarkan hasil ekspose hari ini, pimpinan petunjuk untuk menetapkan tersangka baru kasus ini. Mantan Direktur Bank Djoko Tingkir berinisial S,” kata Eko Suwarni Rabu (20/3).

Kasus itu sudah menyeret nama mantan Bupati Sragen Untung Wiyono, mantan Sekretaris Daerah Sragen Koeshardjono, dan mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sragen, Srie Wahyuni. Untung Wiyono dipidana tujuh tahun penjara melalui putusan kasasi Mahkamah Agung. 

Untung semula dibebaskan oleh Pengadilan Tipikor Semarang karena dianggap tidak terbukti terlibat kasus itu. Sementara, Koeshadjono dihukum 4,5 tahun dan Srie Wahyuni dua tahun delapan bulan.

Bermula dari penempatan dana kas daerah dalam pada deposito di dua Bank Perkreditan Rakyat, Karangmalang dan Djoko Tingkir. Puluhan sertifikat itu dijaminkan kembali untuk utang atas nama beberapa pejabat Kabupaten Sragen. Total pinjaman mencapai Rp 42 miliar.

Awal Desember 2011 silam, sidang perkara Untung Wiyono pernah menghadirkan Direktur BPR Djoko Tingkir Sragen bernama Surono serta Direktur Utama bank tersebut bernama Pono. Saat itu, Hakim Adhoc Asmadinata yang memeriksa keduanya menilai bahwa BPR Djoko Tingkir tidak teliti dalam meloloskan permohonan kredit. Bahkan, pinjaman dicairkan pada hari yang sama saat permohonan diajukan.

Sedianya, deposito yang bersumber dari kas daerah tidak bisa diagunkan. Meski demikian, Bank Djoko Tingkir tetap mengucurkan pinjaman kepada Pemkab Sragen. Nilai pinjaman mencapai Rp 36 miliar, namun jaminan hanya Rp 29 miliar dalam bentuk sertifikat deposito.

Direksi Bank Djoko Tingkir juga mengatajan harus mencairkan jaminan deposito Pemerintah Kabupaten Sragen sejumlah Rp 11,2 miliar. Sebab, sisa utang Pemkab Sragen tak juga dilunasi hingga jatuh tempo. Utang itu terdiri atas pinjaman pokok Rp 11,007 miliar dan bunga Rp 208,4 juta. Pencairan deposito yang dijaminkan itu dinilai merugikan kas daerah Sragen.

( Eka Handriana / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
25 April 2014 | 00:38 wib
Dibaca: 260
24 April 2014 | 23:35 wib
Dibaca: 434
image
24 April 2014 | 22:21 wib
Dibaca: 426
image
24 April 2014 | 22:09 wib
Dibaca: 443
24 April 2014 | 21:24 wib
Dibaca: 467
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER