panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Maret 2013 | 06:37 wib
Tanaman Koro Dikembangkan Sebagai Pangan Alternatif

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rektor Undip Prof.Sudharto P Hadi menuturkan, Fakultas Peternakan dan Perikanan Undip tengah mengembangkan tanaman koro sebagai pangan alternatif. "Ketika kita krisis kedelai kita punya tanaman koro sebagai pengganti. Hal ini tentu akan menumbuhkan kedaulatan pangan" ujarnya, belum lama ini.

Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan Pertanian Dr. Ir. Haryono,MSc mengucapkan bahwa upaya percepatan diversifikasi pangan telah dilakukan pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 tahun 2009.

Perpres tersebut memberikan arah bahwa diversifikasi pangan harus menuju pada keragaman konsumsi yang semakin baik antar waktu dengan mengutamakan pangan lokal sebagai sumber pilihan alternatif. Dengan kata lain, pemberdayaan tanaman lokal merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sumber pangan dan sekaligus pakan alternatif untu semua

"Salah satu jenis tanaman lokal yang cukup potensial untuk dijadikan sebagai sumber pangan dan pakan alternatif adalah “tanaman koro”. Tanaman koro termasuk jenis kacang-kacangan (leguminosae) yang sebetulnya sudah dibudidayakan secara turun temurun di berbagai wilayah Indonesia karena secara teknis tanaman tersebut cukup toleran terhadap lahan kering asam, mampu tumbuh di berbagai tipe tanah, bahkan pada lahan marjinal sekalipun. Namun sampai saat ini tanaman tersebut masih dibudidayakan secara tradisional sebagai tanaman sela di pematang sawah dan tegalan," Katanya

Ditambahkan, secara potensial produktivitas tanaman koro dapat mencapai sekitar 7 ton per hektare dengan pupuk hijauan sekitar 40 sampai 50 ton per hektar. Dengan kadar kandungan protein sekitar 27 persen dan karbohodrat 63 persen, tanaman koro dapat dijadikan sebagai substitusi kedelai yang mengandung protein dan karbohidrat masing-masing sekitar 39 persen dan 35 persen.

"Tanaman koro dapat diproses menjadi pangan olahan seperti tahu, tempe, aneka makanan ringan atau snacks, aneka sayuran dari polong muda, dan juga pakan ternak. Tanaman koro juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat dimanfaatkan dalam industri farmasi atau obat-obatan herbal. Melalui pengolahan menjadi tepung kaya protein (protein rich flour/PRF), tanaman koro bermanfaat dalam mengatasi penyakit kanker dan penyakit gula (diabetes melitus). Bahkan jenis tanaman ini dapat dijadikan bahan kosmetik dan bioenergi. Berbagai produk olahan tersebut perlu dikembangkan melalui berbagai teknologi untuk memperoleh keragaman bentuk, rasa dan tampilannya, sehingga dapat meningkatkan cita rasa dan nilai jual," imbuhnya

Dikatakan, dari aspek perdagangan, tanaman koro dapat diekspor khususnya ke Korea, Jepang,  Amerika Serikat dan Jerman. "Nilai devisa dari ekspor dapat kita raih lebih tinggi lagi bila kita mengespornya dalam bentuk produk olahan. Dalam rangka mendorong pengembangan tanaman koro ke depan," tandasnya,

( Andika Primasiwi / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 29524
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 19025
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 6587
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 7043
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1692
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER