panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Januari 2013 | 19:41 wib
Penangguhan Pembayaran UMK Ditolak
.

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Hampir semua pengajuan penangguhan pembayaran upah sesuai standar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang dilakukan beberapa perusahaan di Kota Semarang, diperkirakan ditolak. Dari 14 pengajuan ke Disnakertransduk Jawa Tengah, hanya satu yang sudah mendapatkan persetujuan, yaitu PT Fumira.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang, Gunawan Sapto Giri mengatakan, Gubernur Jateng hanya mengabulkan satu permohonan penangguhan pembayaran UMK. Karena saat dilakukan verifikasi, PT Fumira memang memenuhi kriteria penangguhan.

"Dari 14 perusahaan, 6 perusahaan mengajukan langsung ke provinsi dan sisanya mengajukan penangguhan melalui Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kota Semarang. Dan sampai hari ini yang disetujui baru satu, yakni PT Fumira. Yang lain tidak disetujui," terang Gunawan Sapto Giri, saat ditemui di kantornya, Kamis (31/1).

Gunawan berharap, perusahaan yang mendapat persetujuan penangguhan dapat mematuhi norma-norma sesuai putusan gubernur. Di mana setelah masa toleransi habis, perusahaan harus membayar upah sesuai UMK 2013 yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp 1.209.000. "UMK sifatnya wajib, kalau tidak dijalankan maka akan ada sanksi pidana," tegasnya.

Sementara perusahaan yang pengajuan penangguhannya ditolak, juga harus mematuhi aturan. Jika ada perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan, maka akan diberi surat teguran.

"Kemudian dilanjutkan dengan nota pemeriksaan hingga tiga kali. Jika masih membandel maka akan di-BAP (bukti acara pidana-red). Di tahun 2012 ada tiga perusahaan yang kami BAP. Namun belum sampai dipidanakan, perusahaan tersebut akhirnya mau melakukan pembayaran sesuai UMK," katanya.

Sementara Kamis (31/1), puluhan karyawan PT Kurnia Jati mendatangi kantor Disnakertrans yang ada di Jalan Ki Mangunsarkoro. Mereka menuntut agar perusahaan melakukan pembayaran sesuai UMK 2013. Karena selama ini perusahaan yang berada di kawasan Simongan belum menjalankan amanah UMK 2013.

Dalam pertemuan yang dimediasi oleh Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans Kota Semarang, belum menemukan kata sepakat. Rencananya, mediasi ini akan dilakukan pekan depan dengan agenda yang sama.

Sebelumnya, PT Kurnia Jati juga mengajukan permohonan penundaan membayar UMK tahun 2013 sebesar Rp 1.201.900. Namun permohonan itu ditolak oleh Gubernur Jateng dengan berbagai alasan. Di antaranya persyeraratan administrasi yang diajukan oleh Kurnia Jati tidak lengkap.

 

( Lanang Wibisono / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
Index Berita
02 September 2014 | 01:27 wib
Dibaca: 381
02 September 2014 | 01:01 wib
Dibaca: 311
01 September 2014 | 21:39 wib
Dibaca: 577
01 September 2014 | 21:30 wib
Dibaca: 561
01 September 2014 | 21:21 wib
Dibaca: 547
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
01 September 2014 | 14:26 wib
01 September 2014 | 00:59 wib
01 September 2014 | 02:29 wib
01 September 2014 | 08:04 wib
FOOTER