panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Januari 2013 | 22:11 wib
Tarif Listrik Naik 4% Per Triwulan
"Kenaikan tarif tidak serta merta langsung 15%. Secara bertahap, total kenaikan tarif tenaga listrik hingga akhir tahun akan mencapai 15%"
--- Manajer Bisnis PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Roberto Manurung

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) mulai 1 Januari 2013, akan dilakukan dalam empat tahap. Tiap triwulan tarif tenaga listrik akan naik sekitar 4%, hanya untuk tarif daya di atas 900 watt.

"Kenaikan tarif tidak serta merta langsung 15%. Secara bertahap, total kenaikan tarif tenaga listrik hingga akhir tahun akan mencapai 15%. Pada akhir 2013, kenaikan tarif sudah sama dengan harga pokok penyediaan (HPP) tenaga listrik ditambah dengan marjin PLN sebesar 7%. Jadi sudah impas," kata Manajer Bisnis PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Roberto Manurung, Rabu (2/1).

Menurut dia, kenaikan tidak mengacu pada tarif tertenu naik berapa persen. Secara akumulasi kenaikan merupakan pertambahan pendapatan dari penjualan tenaga listrik PLN naik 15% dalam setahun. "Kenaikan ini berlaku untuk rumah tangga, sosial, bisnis, perkantoran, dan industri. Tarif dasar daya mulai 1.300 watt, sudah tidak menerima subsidi lagi," jelasnya.

Kenaikan tarif tenaga listrik hanya berlaku untuk di luar daya 450 watt dan 900 watt. Sebab, pengguna kelompok daya tersebut adalah masyarakat dengan kelompok ekonomi kurang mampu. Di Jateng jumlah pelanggan daya 450 watt dan 900 watt mencapai 90% - 94% dari total 8,3 juta pelanggan. Adapun secara nasional, jumlah pelanggan 450 watt dan 900 watt mencapai 79% dari 47 juta pelanggan.

"Kenaikan tarif dihitung mulai pemakaian 1 Januari 2013. Ini berlaku untuk seluruh rekening baik pasca maupun pra bayar. Untuk pra bayar, pembelian untuk 1 Januari sudah naik," ujarnya.

Disebutkan, tarif dasar baru untuk daya 1.300 watt adalah Rp 833 per kwh, sedang tarif lama sejak 2010 sebesar Rp 790 per kwh. Untuk 2.200 watt, tarif baru menjadi Rp 843 per kwh dari Rp 795 per kwh. Adapun tarif untuk daya 900 watt masih tetap sama sejak 2003 sebesar Rp 275 per kwh, dan daya 450 watt tetap Rp 169 per kwh.

"Subsidi yang diberikan untuk daya 450 watt terhadap harga pokok pembiayaan dan marjin sebesar Rp 79.486 per bulan per konsumen, sedang daya 900 watt Rp 93.052 per bulan per konsumen. Secara kumulatif, subsidi terbesar ada di kelompok ini karena jumlahnya paling banyak dibanding tarif yang dayanya lebih besar," tuturnya.

Roberto menyatakan, bila nantinya ada masyarakat yang hendak menurunkan daya setelah ada penyesuaian tarif, pihaknya tetap akan melayani. Sebab pada prinsipnya, listrik adalah kebutuhan pokok manusia. "Kalau dengan daya kecil, seluruh kebutuhan listrik dapat terpenuhi, akan lebih baik. Sebab konsumsi energi listrik akan semakin berkurang, untuk penghematan," paparnya.

 

( Fani Ayudea / CN15 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
03 September 2014 | 03:22 wib
Dibaca: 356
03 September 2014 | 03:08 wib
Dibaca: 331
03 September 2014 | 02:40 wib
Dibaca: 190
03 September 2014 | 01:41 wib
Dibaca: 528
03 September 2014 | 00:20 wib
Dibaca: 450
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER