panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Desember 2012 | 19:45 wib
Pendirian Ready Mix Ditolak Warga
.

 

TUGU, suaramerdeka.com - Warga RW 03 Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu menolak adanya rencana pendirian ready mix oleh CV Jati Kencana di wilayah RW setempat atau tepatnya di lahan bekas penimbunan batu bara di bawah Candi Tugu.

Penolakan warga tersebut beralasan karena ready mix mengolah cor beton menggunakan bahan campuran semen dan pasir yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa polusi debu dan bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

Seksi Lingkungan Hidup RW 03 Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu, Moh Hasim Rabu (19/12) mengatakan, warga melakukan penolakan karena tidak ingin pencemaran lingkungan yang terjadi di Kediri, Jakarta dan Kupang terjadi di wilayah mereka.

"Jika CV Jati Kencana tetap beroperasi, maka wargalah yang paling dirugikan karena proses pencampuran semen dan pasir, pengangkutan, dan bongkar muat material berpotensi besar menimbulkan polusi udara (debu) yang mengganggu pernafasan. Sebagai langkah awal, kami telah melayangkan surat penolakan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang dan dalam rapat RW pada 26 November, warga telah sepakat untuk menolak pendirian perusahaan itu," kata Hasim yang juga Koordinator Kapling (Komunitas Peduli Lingkungan) Tugurejo.

Selain itu, dari tinjauan ekologis, lokasi Candi Tugu sesuai degan perda RT/RW Kota Semarang No 14 Tahun 2011, wilayah tersebut sudah dikembangkan sebagai daerah wisata.

Oleh karena itu, lanjut Hasim, perlu ada itikad baik dari pemerintah untuk ikut menolak rencana pendirian ready mix di lokasi tersebut.

Eko, warga RW 03 menambahkan, pihak CV Jati Kencana memang telah mendatangi warga dalam pertemuan di tingkat RW yang dihadiri perwakilan RT dan tokoh masyarakat namun hasilnya tetap menolak.

"Meskipun informasinya CV tersebut telah menyewa lokasi eks batu bara selama tiga tahun, warga tetap menolak keberadaan perusahaan itu. Karena polusi debu yang ditimbulkan bisa menimbulkan dampak negatif bagi warga," katanya.

Menanggapi penolakan tersebut, Joko Susilo, perwakilan dari CV Jati Kencana mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan mediasi dengan warga.

( Leonardo Agung / CN37 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga



Panel menu
Semarang Terbaru
Index Berita
28 Juli 2014 | 13:25 wib
Dibaca: 234
image
28 Juli 2014 | 13:10 wib
Dibaca: 735
image
28 Juli 2014 | 12:25 wib
Dibaca: 249
image
28 Juli 2014 | 10:10 wib
Dibaca: 236
28 Juli 2014 | 09:58 wib
Dibaca: 268
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
10 Juli 2014 | 22:10 wib
13 Juli 2014 | 13:18 wib
FOOTER