panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 November 2012 | 17:24 wib
Konsep Jalan Tembus Srondol-Sekaran Berubah


SEMARANG, suaramerdeka.com -
Rencana pembangunan jalan tembus Srondol-Sekaran, dipastikan akan ada perubahan konsep. Hal itu terkait adanya pembangunan jalur tol Semarang-Solo, yang membuat DED jalur tersebut harus dipertimbangkan ulang. Disampaikan Purnomo Dwi Sasongko, Kabid Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang, bahwa pembangunan jalan tembus Srondol-Sekaran sampai saat ini masih diupayakan.

"Sampai saat ini memang belum dianggarkan. Karena beban biaya yang sangat tinggi, mencapai Rp 110 miliar. Dana sebesar itu tentu sangat membebani APBD," katanya.

Selain masalah anggaran, jalan tembus Srondol-Sekaran dirasa juga kurang mendesak dibanding pembangunan oto-ringroad. Menurut dia, jalur oto-ringroad dirasa lebih utama, sebagai upaya memecah kemacetan di tengah kota. Saat ini, pihaknya juga sedang mengupayakan bantuan pembangunan ke pemerintah pusat. Sehingga anggaran pembangunan oto-ringroad bisa ditanggung bersama, APBD dan APBN.

"Pembangunan jalan tembus Srondol-Sekaran kemungkinan menunggu atau bisa bersama dengan pembangunan jalur oto-ringroad. Karena kebutuhan penambahan infrastruktur jalan lebih mendesak oto-rinngroad. Pengadaan tanah pembangunan oto-ringroad sendiri, kami targetkan bisa dilaksanakan sekitar tahun 2014," ujarnya.

Sementara anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto menegaskan, program pembangunan jalan tembus, baik oto-ringroad maupun middle ringroad memang mendesak. Hal itu sebagai upaya memecah kemacetan di tengah kota. Tapi masalahnya, keterbatasan anggaran APBD menjadi kendala rencana pembangunan. Apalagi pembuatan jalan-jalan tembus itu membutuhkan anggaran yang cukup besar.

"Pemkot harus jeli untuk mencari solusi agar pembangunan tak memberatkan APBD. Misalnya dengan meminta bantuan ke pemerintah pusat, atau mencari investor," katanya.

Tapi menurutnya, rencana pembangunan jalan tembus juga harus dikaji dengan matang. Titik-titik kemacetan dipetakan dulu, baru menentukan jalur yang akan dibangun.

( Lanang Wibisono , Adhitia A / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 30292
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 19662
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 6708
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 7151
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1706
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER