panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Oktober 2012 | 12:24 wib
Perbuatan Oknum, Bukan Institusi KJPP ''Sih Wiryadi & Rekan''

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pimpinan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) ''Sih Wiryadi & Rekan'', Sih Wiryadi SE MSi MEc,Dev MAPPI (Cert) menegaskan, keterlibatan karyawannya, BW dalam kasus laporan penilaian palsu, telah mengakibatkan nama dirinya dan perusahaan yang dipimpinnya menjadi tercemar dan dirugikan.

Menurut Sih Wiryadi, laporan palsu itu dibuat tidak sepengetahuan dirinya.  Diungkapkan, setelah yang bersangkutan dinyatakan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, BW telah meminta maaf padanya.

Permintaan maaf juga disampaikan BW secara terbuka di Harian Suara Merdeka 11 Oktober 2012 serta Harian Solo Pos 12 Oktober 2012. Dalam permintaan maaf itu BW mengakui, perbuatan yang dilakukan, yakni membuat laporan penilaian palsu itu, tanpa melaporkannya kepada pimpinan KJPP ''Sih Wiryadi & Rekan''.

Apa yang telah dilakukannya telah merugikan KJPP ''Sih Wiryadi & Rekan''. Perbuatan itu dilakukan untuk memperoleh keuntungan secara pribadi. Seperti diketahui, Ditreskrimsus Polda Jateng menetapkan enam tersangka dalam kasus pembobolan Bank Central Asia (BCA) Cabang Jalan Pemuda, Semarang.

Pembobolan melalui fasilitas Kredit Perumahan Rakyat (KPR) senilai Rp 25 miliar. "Mereka membuat taksiran harga agunan FIKTIF. Nilai aset tidak ada Rp 10 miliar, di mark up menjadi Rp 25 miliar," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Firli (Suara Merdeka 19 Januari 2012).

Empat tersangka karyawan KJPP (ada empat KJPP) adalah DP (30) warga Pandean Lamper, Semarang Selatan, IZ (51) warga Jalan Gajah Raya, Gayamsari, MTP (40), warga Mangunharjo, Tembalang dan BW (32) warga Padangsari, Banyumanik. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah DR (38), account officer bank tersebut serta broker SOS (47) (Suara Merdeka 31/12/2011 dan Suara Merdeka 19/01/2012).

Setelah dimuatnya permintaan maaf secara terbuka di Harian Suara Merdeka dan harian Solo Pos, Pimpinan KJPP ''Sih Wiryadi & Rekan'' berharap masyarakat luas dan pengguna jasa baik perbankan maupun non perbankan dapat memaklumi, bahwa secara institusional, KJPP ''Sih Wiryadi & Rekan'' sama sekali tidak menerbitkan laporan penilaian tersebut dan tidak terlibat dalam kasus tersebut.

 

( - / )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18781
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 10563
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 5006
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 5406
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1464
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER