panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Oktober 2012 | 23:59 wib
Kurang, Guru Besar Olahraga di Indonesia


SEMARANG, suaramerdeka.com
- Sejauh ini di Indonesia masih kekurangan guru besar di bidang olahraga. Jumlah mereka tidak lebih dari 30 orang, kondisi itu berbanding terbalik dengan Cina yang mencapai 300 orang.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof Djoko Pekik Irianto, disela seminar internasional 'Sport Science 2012' yang digelar Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes di Hotel Grand Candi, akhir pekan lalu. Dia mengatakan, dengan kondisi tersebut maka sangat wajar jika belakangan prestasi yang diraih Indonesia di bidang olahraga jauh tertinggal dibandingkan Cina.

''Menyikapi hal semacam ini, kalangan akademisi harus mengembangkan kerjasama luar negeri guna memperbanyak guru besar olahraga,'' ungkapnya.

Bentuk kerjasama tersebut dapat berupa pengiriman dosen-dosen olahraga ke luar negeri untuk sekolah lagi. Bisa ke Jepang, Cina atau beberapa negara lain yang sudah mapan dan cukup terbuka untuk menjalin kerjasama.

''Sebab sekarang ini yang sudah sarjana (S-1) kebanyakan menerima saja, dan enggan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Maka itu harus kita pacu, misalnya dengan beasiswa,'' tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap perguruan tinggi melakukan pemetaan akademisi-akademisi olahraga di Indonesia. Lebih spesifik, tak hanya ahli di bidang olahraga saja, tetapi juga bidang lainnya.

''Mulai sekarang bisa dipetakan ahli-ahli biomekanika, psikologi dalam keolahragaan. Selain itu kami juga mendorong mereka untuk memperdalam ilmunya lewat pendidikan lanjut,'' kata Djoko.   

Fungsi pemetaan ini, yaitu agar perguruan tinggi juga dapat mengedukasi para atlit untuk mengubah pola pikirnya, bahwa keterampilan saja tidak cukup, tapi juga harus dibarengi dengan modal lain.

Sementara itu, Sekretaris Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) se-Indonesia Harry Pramono juga mengutarakan hal yang senada. Menurutnya yang juga Dekan FIK Unnes ini, salah satu kendala kurang majunya prestasi atlet yaitu karena jumlah guru besar bidang olahraga di Indonesia memang masih sangat sedikit.

''Pakar- pakar bidang olahraga ini turut memengaruhi majunya prestasi keolahragaan di suatu negara. Sebab perkembangan olahraga tidak bisa dipisahkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,'' ungkapnya.  

Disamping itu, lanjut dia, kecenderungan yang terjadi di Indonesia menganggap olahraga hanya berkaitan dengan prestasi. Sedangkan pengembangan sisi akademis atlet dikesampingkan, termasuk motivasi atlet dari sisi akademis.   

''Atlit-atlit yang berprestasi juga harus dimotivasi untuk berprestasi, ya minimal memiliki bekal di bidang akademisi. Jangan kalau sudah berprestasi di bidang olahraga terus pendidikan dinomorduakan,'' tandasnya.

( Anggun Puspita / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
30 Juli 2014 | 23:47 wib
Rancang Biaya ke 16 Besar
PSIS Usahakan Gaji Tetap Lancar
Dibaca: 59
30 Juli 2014 | 23:20 wib
Dibaca: 198
image
30 Juli 2014 | 21:33 wib
Dibaca: 171
30 Juli 2014 | 21:20 wib
Dibaca: 326
30 Juli 2014 | 20:39 wib
Dibaca: 204
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER