panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Juli 2012 | 23:05 wib
Pemprov Jateng Bantah Ada Dana Siluman


SEMARANG, suaramerdeka.com -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah membantah adanya kejanggalan dalam nota keuangan APBD Perubahan 2012. Semua angka di dalamnya sama dengan yang tercantum pada Kebijakan Umum Perubahan Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS).

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menyatakan, tudingan adanya dana siluman senilai Rp 90 M itu tidak benar. Ia meminta pihak-pihak yang tidak tahu jangan asal bicara. "Nggak ada itu, Rp 90 miliar untuk kenduren itu tidak benar, itu bisa jadi opini buruk. Makanya kalau tidak tahu jangan asal ngomong, tanya dulu," kata Bibit saat memberikan sambutan dalam pelantikan pejabat eselon II di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kompleks Gubernuran, Selasa (10/7).

Tudingan itu berasal dari Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Jateng, Abdul Aziz. Disebutkan bahwa ada selisih Rp 140 miliar antara KUPA PPAS dan nota keuangan APBD Perubahan. Di KUPA-PPAS pada pos pendapatan tercatat Rp 11,283 Triliun, namun di nota keuangan perubahan Rp 11,423 triliun. Padahal dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) disepakati kenaikan pendapatan maksimal Rp 50 miliar, sehingga ada Rp 90 miliar yang tidak jelas dari mana asalnya.

Bantahan juga dilayangkan Sekda Jateng Hadi Prabowo. Ia menyatakan bahwa tidak ada dana siluman karena semua pembahasan dilakukan secara transparan sesuai Permendagri No 13 tahun 2006 dan PP No 58 tahun 2005. Menurutnya angka pendapatan yang tertera di KUPA-PPAS sama dengan nota keuangan. Hadi mengira selisih itu muncul karena data perbandingan Aziz salah. Seharusnya yang digunakan adalah KUPA-PPAS namun Aziz membaca rancangan KUPA-PPAS. "Tidak benar ada dana siluman. Kenapa ada selisih itu, karena Pak Aziz membandingkannya dengan rancangan KUPA," kata Sekda.

Dijelaskannya, dalam rancangan KUPA nilainya memang Rp 11,283 triliun. Namun setelah melalui pembahasan bersama antara eksekutif dengan Banggar kemudian disepakati menjadi Rp 11,423 triliun. Perubahan itu telah diketahui dan ditandatangani melalui nota kesepakatan antara gubernur dan pimpinan dewan pada 4 Juni lalu. Nota kesepakatan inilah yang menjadi pijakan dalam penyusunan RAPBD perubahan. "Sehingga adanya anggapan terjadi fakta ketidakbenaran atau dana siluman tidak terbukti," tandasnya.

( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
31 Juli 2014 | 17:00 wib
Dibaca: 252
image
31 Juli 2014 | 15:30 wib
Dibaca: 297
image
31 Juli 2014 | 15:05 wib
Dibaca: 269
31 Juli 2014 | 10:08 wib
Dibaca: 412
31 Juli 2014 | 09:50 wib
Dibaca: 389
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER