panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Juli 2012 | 22:41 wib
Pendiri dan Pemilik Oxxywell Dilaporkan ke Polda
image

BAWA BUKTI: Direktur Utama sekaligus pemilik air minum Myoxy PT Mulia Rejeki Waterindo, Gabby Permata Starosa menunjukkan foto-foto penganiayaan dirinya. (suaramerdeka.com / Leonardo Agung)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktur Utama sekaligus pemilik air minum Myoxy PT Mulia Rejeki Waterindo, Gabby Permata Starosa melaporkan mantan rekan bisnisnya, Ir J Handojo ke Mapolda Jateng atas tuduhan dugaan penganiayaan, penghinaan dan mengancam membunuh keluarga pelapor pada Senin (9/7) pagi.

Selain itu, pendiri dan pemilik air minum Oxxywell PT Hanita Artha Nusantara di Solo ini juga dilaporkan karena diduga juga melakukan pemalsuan nomor badan POM produk Myoxy dan membuat serta dengan sengaja mengedarkan air minum berkarbon yang bisa membahayakan tubuh saat masih menjadi rekan bisnis pelapor.

Tidak hanya itu, terlapor yang pernah menjadi programer dan mengelola pembagian serta transfer bonus, keuangan, produksi air dan pengiriman barang ini juga dituduh melakukan pencemaran nama baik, melakukan penipuan serta manipulasi data program Myoxy dan melakukan pencurian bonus member dan keuangan Myoxy.

Akibat dari tindakan terlapor, PT Mulia Rejeki Waterindo yang beralamat di Sentul, Bogor ini mengalami kerugian cukup besar dan pelapor kehilangan kepercayaan dari para konsumennya. Menurut keterangan Gabby, pelaporan tersebut bermula ketika pada Maret 2011 dirinya diajak terlapor untuk bekerjasama di bidang air minum Myoxy dengan hak cipta milik Gabby.

"PT menggunakan nama saya dan kami melakukan perjanjian di atas kertas dengan pembagian keuntungan fifty-fifty. Untuk pembagian kerja, saya di bagian marketing sedangkan dia (terlapor-red) di bagian programer, pembagian serta transfer bonus, keuangan, produksi air dan pengiriman barang dan lainnya," kata wanita yang tinggal di Jalan Supriyadi Semarang.

Namun seiiring berjalannya waktu, Gabby menemukan banyak hal yang merugikan dirinya sebagai pemilik perusahaan. Pada bulan Juni 2011, dia menemukan air yang diproduksi terlapor mengandung karbon hitam yang membahayakan tubuh terutama ginjal.

"Saya sudah memerintahkan untuk menghentikan produksi air tersebut dan melarang untuk diedarkan serta harus dibuang. Saat diberitahu, terlapor justru marah dan memaki-maki saya dan kemudian meminum air tersebut lalu menyemburkan ke muka saya di hadapan para karyawan. Dia juga berkata, kalau kamu bisa membuat lebih bagus dari air berkarbon saya silahkan kamu produksi sendiri," kata Gabby menirukan ucapan terlapor.

Tidak berhenti di situ, terlapor yang marah juga meminta Gabby untuk masuk ke mobilnya dan kemudian dihajar menggunakan tangan kosong oleh Handojo. Tidak puas menghajar, terlapor juga mengancam akan membunuh dirinya jika menceritakan hal itu kepada orang lain.

Penganiayaan dan ancaman pembunuhan tidak hanya berhenti disitu saja. Ketika korban mengetahui nomor MD Myoxy dari badan POM ternyata dipalsukan oleh terlapor, Gabby kembali dipukuli dan ditendangi oleh yang bersangkutan hingga akhirnya diselamatkan oleh satpam dan sopir-sopir pabrik.

Di samping penganiayaan, perusahaan juga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Uang Rp 250 juta yang sedianya untuk mendirikan sekolah untuk anak yatim raib diduga dicuri terlapor. Selain itu, uang bonus reward untuk akhir tahun senilai Rp 800 juta juga hilang.

Sementara itu, Handojo saat dikonfirmasi mengatakan, tidak mau berkomentar dan menyerahkan kasus tersebut kepada kuasa hukumnya bernama Bagyo.

( Leonardo Agung , Erry Budi Prasetyo / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 39919
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 27057
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 7910
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 8396
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1892
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER