
SEMARANG,suaramerdeka.com - Mendatangkan wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri memerlukan atraksi dan paket wisata yang "gila". Destinasi wisata harus dikemas agar menjadikan buah bibir dan akhirnya didatangi. Ide menjual Jateng pada visit 2013 diburu dalam kompetisi yang melibatkan 90 tim dari berbagai daerah di Karisidenan Semarang.
Satu-persatu peserta mempersentasikan ide selama 15 menit di hadapan tiga juri. Lilis Khuniawati dari tim Udinus 2, misalnya, memaparkan tentang visualisasi sejarah Lawang Sewu yang dipadukan teknologi.
Bangunan Lawang Sewu menjadi medium video yang bakal menampilkan perjalanan pembangunan dan peristiwa yang melekat. "Konsepnya membuat bangunan menjadi hidup dengan cerita video," katanya, Jumat (29/6), di Tourist Informasi Center Jalan Pemuda Semarang.
Konsep tersebut telah dijajal di berbagai destinasi seperti Gedung Sate Bangdung dan Candi Borobudur. Di luar negeri telah dipelopori di Rio De Jenerio Brasil pada patung Kristus. "Konsep yang ditawarkan bisa diterapkan di berbagai destinasi wisata di Jateng," komentar juri Bayu Krisna.
Juri lain perwakilan PT Djarum yang sekaligus sponsor, Rudi Iskandar, mengatakan perlunya memerhatikan hasil. Tidak hanya mempromosikan efek dan penamaan secara ilmiah. "Perlu sentuhan lokal dan pematangan proses agar hasilnya tidak mengecewakan," ujar Yunada juri dari Dinas Pariwisata Provinsi Jateng.
Bayu sebagai penyelenggara menambahkan ajang pencarian ide pariwisata ini bakal direkomendasikan kepada pemerintah untuk menyonsong Visit Jateng 2013. Inovasi dan kreasi, katanya, harus dicari dan dikembangkan tidak hanya dari dalam instansi pariwisata. Tetapi juga masyarakat yang menjadi bagian di dalam pengembangan pariwisata.
"Masyarakat yang tidak puas atas konsep pariwisata biasanya punya ide cemerlang. Kami jaring ide-ide itu," kata Bayu.
( Zakki Amali / CN26 / JBSM )