panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Mei 2012 | 20:17 wib
Polrestabes Semarang Tak Konsisten, Videotron Beroperasi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Videotron Tugu Muda yang masih menjadi polemik, sejak beberapa hari terakhir terlihat telah beroperasi. Polrestabes Semarang dan rekanannya, CV Alumaga, mulai mengoperasionalkan videotron di atas pos polisi lalu lintas sebelah tenggara Bundaran Tugu Muda tersebut.

LSM KrisiS sebagai anggota Koalisi Masyarakat Sipil menilai, Polrestabes Semarang tak konsisten dan ingkar dengan janji sebelumnya. Direktur KrisiS, Suwignyo Rahman mengatakan, hingga saat ini belum ada kesepakatan di antara stakeholder terkait, termasuk Koalisi Masyarakat Sipil yang membolehkan videotron Tugu Muda beroperasi. Langkah tersebut dinilai tergesa-gesa lantaran masih ada perbedaan pendapat mengenai payung hukum reklame di kawasan Tugu Muda maupun perizinannya.

"Seharusnya Polrestabes tetap pada komitmen untuk memberlakukan status quo sebelum ada titik terang payung hukum. Memang sudah ada pertemuan kami dengan Kapolrestabes Semarang, tanpa dihadiri unsur Pemkot maupun Alumaga. Tapi pertemuan itu sendiri deadlock, tidak ada titik temu. Kami ingin agar videotron dipindah ke tempat lain yang tidak melanggar aturan, sementara polisi bersikukuh di Tugu Muda," beber dia.

Suwignyo menilai, keluarnya surat izin Wali Kota Semarang nomor 510.1/145 tentang Penetapan Tata Letak Reklame di Kota Semarang tidak bisa dijadikan dasar mendirikan apalagi mengoperasikan videotron di kawasan Tugu Muda Semarang. Pasalnya, isi dari surat tersebut bertentangan dengan Perda nomor 8/2006.

"SK pun, dengan Perda hirarkinya lebih tinggi Perda. Karena isi SK tidak sesuai dengan Perda, otomatis gugur demi hukum. Harusnya polisi bisa memahami kaidah-kaidah itu," jelas dia.

Belum lagi, tambah BS Wirawan, Koordinator Komite Pendidikan Anti Korupsi (KPAK), persoalan izin yang harus dikantongi Alumaga untuk membangun videotron. Hingga saat ini Pemkot Semarang belum mengeluarkan izin terkait bangunan videotron. "KRK, IMB-nya belum ada. Jadi di masalah ini ada dua hal yang diabaikan polisi dan Alumaga. Yakni Perda 8/2006 dan perizinannya," timpal salah satu elemen Koalisi Masyarakat Sipil tersebut.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan tetap bersikukuh pada pendapatnya bahwa videotron Tugu Muda tidak melanggar aturan. "Silakan mau protes, kami ada suratnya. Kalau mau dimasalahkan, masalahkan lah surat yang kami terima itu," tandas Elan tanpa merinci surat yang disebut.

( Lanang Wibisono / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
24 Agustus 2014 | 02:35 wib
Dibaca: 169
image
23 Agustus 2014 | 20:36 wib
Dibaca: 330
image
23 Agustus 2014 | 19:09 wib
Dibaca: 1094
23 Agustus 2014 | 14:50 wib
Dibaca: 637
23 Agustus 2014 | 13:08 wib
Dibaca: 563
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
12 Agustus 2014 | 04:05 wib
06 Agustus 2014 | 22:12 wib
FOOTER