panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 April 2014 | 19:10 wib
Blora Berhak Dapat Bagian 12 Persen DBH Gas Sumber

BLORA, suaramerdeka.com - Kabupaten Blora berharap banyak gas dari Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, segera berproduksi. Sebab, dari produksi gas tersebut Blora akan mendapatkan dana bagi hasil (DBH) sebesar 12 persen dari pendapatan bersih setelah dikurangi cost recovery.

DBH gas diatur dalam UU Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dalam pasal 14 huruf e dan f disebutkan bahwa prosentase dana bagi hasil minyak bumi sebesar 84,5 persen untuk pemerintah dan 15,5 persen untuk daerah. Sedangkan untuk gas bumi 69,5 persen untuk pemerintah dan 30,5 persen untuk daerah.

Dari 30,5 persen tersebut bagian untuk daerah penghasil sekitar 12 persen, 6 persen untuk provinsi dan 12 persen bagi kabupaten dan kota yang masih satu wilayah provinsi dengan daerah penghasil. "Tentu dari produksi gas Sumber, Blora akan mendapatkan DBH. Itu sudah diatur dalam undang-undang. Hanya saja kami belum bisa memperkirakan berapa DBH yang akan diterima. Sebab sampai saat ini belum diketahui berapa perkiraan produksi gas dan harga gas dari Sumber tersebut," ujar M Khamdun, koordinator Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Blora, Sabtu (5/4).

Menurut Khamdun, begitu gas terjual, maka setahun berikutnya DBH gas akan diterima daerah penghasil. Dia mengatakan DBH yang diperoleh Blora dari produksi minyak dan gas (migas) selama ini berkisar Rp 2,5 miliar. "Jumlah tersebut dipastikan meningkat miliaran rupiah jika Blora mendapatkan DBH gas Sumber. Hanya saja berapa peningkatannya, kami belum bisa memprediksi karena gas Sumber belum berproduksi," tandasnya.

M Khamdun mengatakan, karakteristik pengusahaan kegiatan produksi gas itu sudah pasti terjual. Sebab jika tidak ada pembelinya, gas tidak akan dieksploitasi. Jadi sebelum ada kontrak eksplorasi dan produksi gasnya, lebih dulu sudah dilakukan kontrak jual beli gas dengan pembeli. Gas yang dihasilkan dari PPGJ Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) di Blok Gundih di Desa Sumber nantinya akan dialirkan untuk bahan bakar pembangkit listrik Tambaklorok Semarang.

Oleh karena itulah, M Khamdun yang juga mantan anggota Tim Transparansi Migas Blora meminta kepada Pertamina EP PPGJ untuk segera memproduksi gas Sumber. "Informasi yang kami dapatkan gas Sumber akan berproduksi tahun ini. Semakin cepat berproduksi maka akan semakin cepat pula daerah dan masyarakat Blora merasakan manfaat dari adanya gas di daerahnya," tandas Khamdun.

Produksi gas Sumber mengalami kemunduran dari jadwal gas on stream (gas layak jual) yang direncanakan pada 28 Februari 2014  lalu. Diduga mundurnya jadwal produksi tersebut karena masih ada beberapa bagian kontruksi yang belum siap.

( Abdul Muiz / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Muria Terbaru
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 11877
image
05 September 2014 | 21:30 wib
Dibaca: 3915
05 September 2014 | 20:00 wib
Dibaca: 3974
image
05 September 2014 | 18:45 wib
Dibaca: 555
05 September 2014 | 13:48 wib
Dibaca: 721
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER