panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Agustus 2013 | 23:47 wib
Ditargetkan Selesai Akhir Tahun
Pembebasan Lahan Bandara Ngloram

BLORA, suaramerdeka.com - Pembebasan lahan untuk pengembangan Bandar Udara (Bandara) Ngloram, di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu akan dilakukan oleh tim kecil. Bupati Blora, Djoko Nugroho, mengemukakan tim tersebut bakal memulai pengukuran tanah di lokasi yang akan dibebaskan.

‘’Untuk masalah tanah, harus sudah selesai akhir tahun ini. Karena itu prosesnya sudah akan dimulai tidak lama lagi,’’ ujar bupati, Jumat (2/8).

Menurutnya anggaran pembebasan tanah sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat yang dialokasikan dalam APBN 2013. Anggaran tersebut berada di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

‘’Kalau pembebasan tanah tidak selesai tahun ini, anggaran tersebut tidak akan terpakai. Karena itu harus selesai tahun ini,’’ tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim kecil pembebasan tanah berasal dari Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jateng. Diperkirakan pembebasan lahan itu membutuhkan waktu sekitar empat  bulan. Kepala BPN Blora, Djati Harsono, mengemukakan tim tersebut khusus menangani pembebasan lahan di sekitar Bandara Ngloram.

Mereka adalah tim langsung dari Kanwil BPN Jateng. Sebab menurutnya BPN Blora saat ini sedang menangani pembebasan lahan untuk proyek double track rel kereta api yang hingga saat ini prosesnya belum selesai.

‘’Tujuannya agar datanya tidak campur dengan pembebasan lahan doubel track sehingga masing-masing bisa fokus,’ katanya.

Pengembangan Bandara Nglora membutuhkan lahan yang cukup luas. Seperti yang pernah disampaikan tim dari kementerian ESDM dan Perhubungan serta Pertamina sebagai kontraktornya, dibutuhkan lahan sekitar 20-30 hektar. Sedangkan lahan yang ada baru 21 hektar yang dimiliki Kementerian ESDM di kawasan Ngloram.

Sementara di sekitar lokasi, selain rumah penduduk, juga banyak lahan pertanian yang produktif. Bahkan, sebagian sedang digarap untuk bercocok tanam. Hal inilah yang sempat memunculkan kekhawatiran warga. Karena sebagian dari tanah pertanian itu pasti akan tergusur.

‘’Informasi yang kami dapatkan memang ada warga di Ngloram yang tidak ingin Bandara Ngloram dikembangkan. Tapi saya kira mereka seperti itu karena hasutan orang luar daerah. Kami akan beri penjelasan sebaik-baiknya. Ganti rugi tanah juga harus menguntungkan rakyat,’’ ujar Bupati Djoko Nugroho.

( Abdul Muiz / CN37 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Muria Terbaru
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12003
image
05 September 2014 | 21:30 wib
Dibaca: 3940
05 September 2014 | 20:00 wib
Dibaca: 4001
image
05 September 2014 | 18:45 wib
Dibaca: 556
05 September 2014 | 13:48 wib
Dibaca: 721
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER