panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
16 Juni 2013 | 14:39 wib
Gangguan Cuaca Masuk Kategori Anomali
image

POTENSI HUJAN: Awan tebal menaungi pusat kota Kudus yang berpotensi penyebab hujan yang kini masih mendominasi. (suaramerdeka.com/Ruli Aditio)

KUDUS, suaramerdeka.com - Gangguan cuaca yang terjadi di wilayah kepulauan Jawa utamanya Kabupaten Kudus terjadi karena sudah masuk kategori anomali atau penyimpangan. Ini terjadi karena suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia mencapai antara +0,5 derajat celsius sampai dengan 2,0 derajat celcius diabdingkan normalnya 28,5 derajat celsius sampai dengan 29,5 derajat celcius.

Kepala Seksi Data dan Informasi Kantor Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, Reni Kraningtyas MSi dalam surat edaran revisi prakiraan cuaca kemarin menjelaskan, kondisi semacam ini berpeluang memberikan petensi penguapan  yang lebih besar, kemudian muncul pola tekanan rendah di selatan Jawa yan menyebabkan penumpukkan massa menyebabkan peningkatan curah hujan.

"Selain itu angin dari timur yang biasanya kuat pada musim kemarau melemah karena terhambat angin dari barat/Samudera Hindia yang melintas di atas wilayah Indonesia bagian selatan ekuator sehingga terjadi peningkatan curah hujan di Jawa Tengah," katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan analisa curah hujan bulan April dan Mei menyebutkan, hujan pada bulan April umumnya berkisar 201-500 mm. Sedangkan pada bulan Mei curah hujan pada umumnya berkisar 150-500 mm, dengan distribusi sebagai berikut, untuk wilayah pantura bervariasi antara 50-200 mm, Jawa Tengah bagian timur termasuk Kudus curah hujan berkisar 50-150 mm, dan Jawa Tengah bagian tengah dan barat berkisar 200 - 500 mm.

Terkait dengan kondisi seperti ini apakah bisa terjadi siklus dua tahunan, artinya hujan sepanjang tahun. Pihaknya hanya menjelaskan bahwa yang pasti saat ini terjadi adanya anomali suhu permukaan laut.

"Secara umum seluruh wilayah sudah memasuki musim kemarau, namun sebagian besar wilayah tersebut kembali mengalami peningkatan curah hujan sejak pertengahan Mei," ungkapnya.

Sedangkan daerah-daerah yang diprakirakan tidak mengalami musim kemarau yaitu sekitar Pegunungan Slamet meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang bagian selatan, Brebes bagian tenggara, Banyumas dan Purbalingga bagian utara.

Kemudian sejumlah daerah yang diprakirakan masuk Musim Kemarau pada bulan Juli Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Batang, Kendal, Demak, Kodya Semarang, Kabupaten Semarang, Jepara,  Kudus, Pati, Rembang, Blora,Grobogan, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Purworejo.

"Selanjutnya, daerah-daerah yang diprakirakan masuk musim kemarau pada bulan Agustus yaitu Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Banyumas dan Purbalingga bagian selatan," jelasnya.

( Ruli Aditio / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Muria Terbaru
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 4489
image
05 September 2014 | 21:30 wib
Dibaca: 1751
05 September 2014 | 20:00 wib
Dibaca: 1791
image
05 September 2014 | 18:45 wib
Dibaca: 402
05 September 2014 | 13:48 wib
Dibaca: 587
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 20:00 wib
05 September 2014 | 21:30 wib
01 September 2014 | 19:08 wib
FOOTER