panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 September 2013 | 01:36 wib
Padi Melati Dilaunching Jadi Varietas Unggulan Kulonprogo

KULONPROGO, suaramerdeka.com - Padi varietas asli Kulonprogo yakni Padi Melati dilaunching oleh Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Sidarto Danusubroto menjadi varietas unggulan Padi Melati Menoreh (Menur).

Padi ini akan dikembangkan menjadi beras premium asli Kulonprogo. Launching dilakukan dengan penanaman perdana pada lahan 40 ha di Bulak Ngipikrejo, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Jumat (13/9). “Ini varietas asli Kulonprogo yang belum pernah dibudidayakan secara massal, bahkan hampir punah. Kita berharap ini bisa menyaingi atau menandingi beras kualitas premium impor dari luar negeri,” kata Bupati Hasto Wardoyo.

Penyiapan padi premium lokal ini penting. Pasalnya, pada 2015 mendatang akan memasuki pasar bebas Asean Free Trade Area (AFTA). Sehingga, kata Hasto, bila tidak menyiapkan diri dengan beras premium lokal sejak sekarang, ke depan akan menghadapi gempuran beras premium impor.

Untuk mengangkat kesejahteraan petani, hasil panen Padi Menur ini akan dikelola sendiri oleh kelompok tani (klomtan) setempat, Ngudi Rejeki, yang beranggota 60 petani. Mulai dari pengolahan pascapanen hingga pengemasan menjadi beras premium. “Dari 40 ha pertama ini diproyeksikan akan menghasilkan minimal 240 ton (6 ton/ha). Dan yang paling penting tidak boleh dijual pada tengkulak. Harus dikelola oleh Gapoktan sendiri, diolah pascapanen, dan dikemas sendiri, kita damping,” paparnya.

Bupati Hasto mengatakan, sesuai dorongan Kepala Dinas Pertanian DIY, Padi Menur ini akan segera disertifikasikan agar tidak diambil alih oleh pihak lain. Dari nama generik Padi Melati akan dipatenkan menjadi Padi Melati Menoreh alias Menur dan akan dipasarkan menjadi beras Menor.

“Nanti nama populernya beras Menor juga boleh. Padi ini masih murni tidak ada rekayasa genetik. Justru kita ingin membuat galur murni. Melati Menoreh ini akan digalur murnikan dengan organik, tanpa kecampuran varietas yang lain, kemudian menanamnya juga diisolir,” tuturnya.

Hasto menambahkan, ditemukannya Padi Melati ini berawal dari pencarian varietas asli Kulonprogo sebulan lalu. Dari situ ditemukan Padi Melati, Jasmine, dan Serang. Kemudian setelah diidentifikasi, yang rasanya enak ada dua yakni Melati dan Serang. “Yang Padi Serang nanti akan menjadi kualitas premium nomor satu. Sedangkan yang Melati ini kualitas premium nomor dua,” imbuhnya.

Ketua MPR RI, Sidarto Danusubroto, mendukung langkah pengembangan padi lokal menjadi vareitas unggulan ini. Menurutnya, pengembangan ini penting untuk mendukung upaya swasembada pangan. Dirinya juga mengapresiasi langkah-langkah Pemkab Kulonprogo dalam mengangkat potensi daerah untuk kemandirian seperti air mineral dalam kemasan AirKu.

“Kalau semua daerah melakukan food security, water security, dan energy security, kita tidak perlu lagi impor. Kalau perlu raskin dibeli dari produk lokal dari daerah yang surplus. Ini upaya untuk memandirikan derah, dan suatu saat nanti kita harus memandirikan bangsa ini dari ketergantungan impor pangan,” pungkasnya.

( Panuju Triangga / CN34 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
05 September 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 23496
05 September 2014 | 20:15 wib
Dibaca: 8664
05 September 2014 | 17:18 wib
Dibaca: 7886
05 September 2014 | 16:02 wib
Dibaca: 711
05 September 2014 | 14:55 wib
Dibaca: 983
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER