panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Agustus 2013 | 15:59 wib
Tujuh Rumah Dirusak, Puluhan Warga Ponalan Mengungsi
.

MUNTILAN, suaramerdeka.com - Kematian Gustian Sigit Prasetyo (19) tidak bisa diterima oleh pihak keluarga dan rekan rekan almarhum. Minggu (26/8) sore ratusan warga Warga Dusun Jetis Ponggol, Desa Tamanagung, Muntilan menyerbu ke Dusun Ponalan, Desa Tamanagung.

Mereka hendak menuntut balas atas kematian Sigit akibat ditusuk pisau dapur oleh Arif alias Tengi (22) saat pentas organ tunggal dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia, Sabtu (24/8) malam kemarin.

Namun massa berhasil dicegah aparat kepolisian di pintu masuk Dusun Ponalan. Massa kemudian melampiaskan emosi dengan merusak tujuh rumah, sebuah pos ronda, dan gerobak bakso.

Rumah yang dirusak milik Hj Yety, Sugiyono, Uling, Sarkowi, Hamzah, Maryanto, dan Ahmad. "Massa yang datang ratusan, mereka langsung merusak rumah warga. Ada yang pakai batu dan pentungan. Kami ketakutan," kata Sri, salah satu warga.

Serangan ini membuat warga ketakutan. Puluhan warga Dusun Ponalan dikabarkan mengungsi ke rumah saudaranya di daerah lain. Ada yang mengungsi ke Mungkid, Sawangan, dan bahkan Purwokerto.

Sampai Senin (26/8) siang, warga Ponalan masih ketakutan. Banyak warga bahkan tidak berani bekerja. Mereka memutuskan tetap berada di dalam rumah untuk menghindari serangan susulan.

Hal ini membuat suasana Dusun Ponalan mencekam. Di pintu masuk dusun terlihat belasan personil kepolisian dan tentara berjaga-jaga. Ada yang berpakaian seragam, ada juga yang preman.

Berdasarkan pantauan di lapangan, warga memasang tulisan nama Dusun Jumbleng dan Dusun Bakalan untuk menghindari amukan rekan-rekan korban. Pasalnya, mereka mengincar warga Dusun Ponalan, Desa Tamanagung yang merupakan tempat tinggal pelaku penusukan Arif.

Nyaris semua rumah di perbatasan antara Dusun Ponalan dengan dusun-dusun di sekitarnya dipasangi tulisan. Ada yang ketikan komputer namun banyak juga yang hanya tulisan tangan.

"Ini untuk mencegah amukan massa. Semoga dengan adanya tulisan ini rekan-rekan korban tidak merusak kami. Kami tidak ikut mengeroyok korban (Sigit). Kami sama sekali tidak terlibat," ungkap Suwarjo, warga Dusun Jumbleng.

Menurut Suwarjo, banyak warga Dusun Jumbleng dan Dusun Bakalan yang tidak berani keluar rumah saat kejadian. Mereka juga tidak berani meninggalkan rumah karena masih trauma. Dia berharap masalah kedua pihak segera didamaikan sehingga konflik tidak berkepanjangan.

Kasubag Humas Polres Magelang AKP Gede Mahardika saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya menyiagakan dua peleton pasukan untuk mengamankan Dusun Ponalan. Pasukan tersebut terdiri dari 27 anggota Dalmas, 30 anggota pleton staf serta intelkam, 15 anggota reskrim, dan 15 anggota Polsek Muntilan.

"Kita siagakan anggota di TKP untuk mencegah serangan susulan. Kita harapkan masyarakat bisa menahan diri dan tidak melakukan aksi anarkis. Kasus ini akan ditangani polisi dengan seadil-adilnya," kata dia.

( MH Habib Shaleh / CN33 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga



Panel menu
Kedu Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 3363
05 September 2014 | 20:15 wib
Dibaca: 3454
05 September 2014 | 17:18 wib
Dibaca: 2784
05 September 2014 | 16:02 wib
Dibaca: 511
05 September 2014 | 14:55 wib
Dibaca: 715
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER