panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Agustus 2013 | 05:37 wib
Saksi Penganiayaan Kopassus Bisa Dapat Perlindungan

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Lies Sulistyani menyatakan, tidak tertutup kemungkinan saksi dalam kasus penganiayaan Serka Heru Santoso mendapat perlindungan. Namun sebelumnya akan dilihat dulu seberapa penting peran saksi tersebut.

“Saksi kan banyak, dan belum tentu semuanya penting. Kami pelajari dulu permohonannya, kalau perannya besar bisa kami berikan perlindungan,” kata Lies ketika dihubungi, Senin (5/8).

Pihaknya tidak membatasi latar belakang saksi yang akan didampingi, sepanjang memenuhi persyaratan. Di samping peranannya dalam perkara, kriteria lain yang jadi pertimbangan adalah tingkat ancaman terhadap saksi. “Tergantung sikon. Kalau saksi atau korban terlibat tindak pidana tertentu yang mengancam jiwa, bisa kami lindungi,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, dalam sidang kasus penyerangan LP Cebongan beberapa waktu lalu, salah satu satpam Hugo’s Kafe bernama Joko Kurniawan dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

Dalam keterangannya, Joko menyatakan insiden penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya anggota Kopassus Kandang Menjangan, Serka Heru Santoso di Hugo’s Kafe pada 19 Maret 2013, dilakukan oleh lebih dari delapan orang.

Namun dalam penyidikan, polisi hanya menetapkan empat tersangka yakni Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Candra Gajala alias Dedi. Keempatnya tewas ditembak oleh oknum anggota Kopassus di dalam ruang tahanan sel A5 LP Cebongan pada 23 Maret 2013.

Kriminolog Universitas Gajah Mada, Suprapto mengatakan saksi kasus Hugo’s perlu dilindungi terutama yang menyaksikan langsung kejadian. Sebab dilihat dari perkembangan selama ini, perkara hukum itu cenderung ditutup-tutupi bahkan akan dibekukan.

“Dengan adanya jaminan keamanan, saksi bisa leluasa menyampaikan pendapat. Apalagi dalam kasus ini, pelaku bisa dikatakan orang-orang yang sulit ditembus hukum,” katanya.

( Amelia Hapsari / CN26 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
29 Juli 2014 | 12:08 wib
Dibaca: 124
29 Juli 2014 | 09:35 wib
Dibaca: 110
28 Juli 2014 | 17:46 wib
Tradisi Maleman Idul Fitri
Pemkab Klaten Targetkan PAD Rp 26 Juta
Dibaca: 338
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER