panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Juli 2013 | 01:10 wib
Pelajar Meninggal saat MOS, Pemkab Bantul Bentuk Tim Investigasi

BANTUL, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bantul bentuk tim investigasi, terkait kasus meninggalnya Aninda Puspita (16), siswi SMK 1 Pandak, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, saat sedang mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS), Jumat (19 /7).

Sekda Bantul Riyantono mengatakan, Sabtu (20/7), tim ini bekerja pekan depan. "Tim ini terdiri dari beberapa unsur, diantaranya Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal,” kata dia.

Selain membentuk tim, Riyantono juga mengungkapkan, pihaknya akan mengevaluasi kegiatan MOS dan memberi rekomendasi pelaksanaan MOS ke depannya.

Berkaca dari kejadian Aninda, Riyantono menilai, MOS bisa saja dihapuskan, terutama kegiatan yang bersifat semi militer, seperti baris-berbaris dan perploncoan. Dia mengakui, dua kegiatan ini masih saja ada saat MOS. "Agar kasus kematian tidak menimpa siswa lain," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal, Masharun, membantah pemberitaan yang menyebut Aninda meninggal karena mendapat hukuman squat jump. “Tidak ada hukuman skuat jump dari panitia MOS,” kilahnya.

Sebaiknya, kata Masharun, kasus kematian Aninda tidak diperpanjang karena keluarga sudah menerima dengan ikhlas.

Diberitakan sebelumnya, Aninda meninggal usai mendapatkan hukuman squat jump dari panitia MOS sekolah. Dia dihukum karena tidak menggunakan T-Shirt saat akan melaksanakan kegiatan baris-berbaris. Beberapa pengurus sekolah sempat menolong Aninda dan melarikannya ke Rumah Sakit Muhammadiyah Bantul. Tapi, nyawa Aninda tak tertolong.

Kejadian ini juga mendapat perhatian dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Saya akan meminta keterangan terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang bersangkutan,” katanya.

( vvn / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
20 April 2014 | 20:53 wib
Dibaca: 304
20 April 2014 | 20:01 wib
Dibaca: 493
20 April 2014 | 15:55 wib
Dibaca: 558
20 April 2014 | 14:04 wib
Dibaca: 444
20 April 2014 | 13:50 wib
Dibaca: 525
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
01 April 2014 | 14:29 wib
06 April 2014 | 01:49 wib
03 April 2014 | 23:12 wib
01 April 2014 | 23:47 wib
FOOTER