panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Juli 2013 | 19:58 wib
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan ABG

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kasus pembunuhan anak baru gede (ABG), Nanda Amalia (15) warga Dusun Grogol, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan yang mayatnya ditemukan di halaman TK Tunas Wisata Ambarrukmo mulai terkuak. Pada Selasa (9/7) dini hari, jajaran Reskrim Polres Sleman membekuk tiga remaja yang diduga pelaku.

Masing-masing SS (15), DG (14), dan YS (17). Ketiganya merupakan warga Dusun Papringan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok. Polisi juga mengamankan AS (13), warga Papringan dan seorang remaja putri berinisial EP (13), warga Gowok. Hingga kini, keduanya masih berstatus sebagai saksi.

Menurut Kapolres Sleman AKBP Heri Sutrisman, pembunuhan diduga sudah direncanakan oleh para pelaku. Setidaknya dilihat dari barang bukti pisau yang telah disiapkan oleh tersangka YS. "Karena tersangka berusia  anak-anak, penanganannya dilakukan oleh Unit PPA. Sementara mereka dijerat Pasal 338 jo 340 KUHP," katanya.

Dari keterangan pelaku, pembunuhan dilatarbelakangi motif rasa tersinggung. Pemicunya karena pesan singkat bernada hinaan yang dikirimkan pada Sabtu (6/7) malam oleh korban Nanda Amalia (15) kepada EP, pacar YS. Usai membaca sms itu, emosi YS tersulut dan ingin mengklarifikasi kepada korban.

Hari berikutnya, tiga tersangka berkumpul di rumah SS dan merencanakan untuk memberi pelajaran kepada korban. Tersangka DG kemudian meminta EP menghubungi korban untuk membuat janji. Sebelumnya antara tersangka, saksi, dan korban sudah saling mengenal. Mereka pun sepakat bertemu pada Minggu (7/7) pukul 21.00 Wib di dekat TK Tunas Wisata Ambarrukmo.

Korban yang tercatat sebagai siswi kelas IX SMP 3 Depok itu datang bersama dengan EP. Menyusul kemudian para tersangka dan saksi AS. Saat mengobrol di pintu gerbang, tiba-tiba dari belakang kepala korban dipukul menggunakan cor beton oleh tersangka YS. Nanda lalu tersungkur dan hendak berteriak, namun YS sudah terlebih dulu membekap mulutnya.

"Tersangka DG melihat pisau yang dibawa YS jatuh, kemudian ditusukkan ke tubuh korban," kata Heru.

Setelah Nanda pingsan, pelaku kemudian menyeret tubuhnya dari gerbang ke dalam kompleks bangunan TK. Di pojok gedung, kepala korban kembali dipukul dengan cor beton. Setelah korban dipastikan tewas, mereka lalu meninggalkan lokasi.

Untuk menghilangkan jejak, motor korban dibawa salah satu pelaku. Selain itu, jaket korban yang berlumuran darah juga dibuang ke sungai di wilayah Bantul. Namun dari keterangan saksi dan barang bukti, polisi akhirnya bisa menangkap pelaku.

Barang bukti yang diamankan antara lain dua bilah pisau, pakaian milik tersangka YS, dan motor serta ponsel korban. Saat melakukan aksinya, para pelaku dipastikan tidak dalam pengaruh alkohol.

( Amelia Hapsari / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
05 September 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 8744
05 September 2014 | 20:15 wib
Dibaca: 5903
05 September 2014 | 17:18 wib
Dibaca: 5137
05 September 2014 | 16:02 wib
Dibaca: 583
05 September 2014 | 14:55 wib
Dibaca: 849
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER