panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Mei 2013 | 14:36 wib
Puluhan Buruh Demo di Halaman PN Yogyakarta
image

TUNTUT DIBEBASKAN: Puluhan buruh menggelar aksi demo di halaman PN Yogyakarta, Selasa (21/5), menuntut agar rekan mereka dibebaskan dari jeratan hukum. (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Puluhan pekerja swasta yang tergabung dalam Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) melakukan demonstrasi di halaman gedung Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Selasa (21/5). Aksi dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu mantan pekerja PT Caraka Yasa, Abdul Hadi (50) yang diadili atas tuduhan penggelapan.

Hari ini persidangan sedianya digelar dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Erni Setyaningrum. Namun sidang ditunda hingga Selasa (28/5) pekan depan karena alasan ketua majelis hakim, Moch Mawardi tidak berada di tempat.

Kuasa hukum terdakwa dari LBH Studi Kebijakan Publik (Sikap), Muhammad Yusuf menilai, perkara ini semestinya tidak masuk dalam ranah pidana melainkan perdata. Sebab, pelanggaran yang dilakukan kliennya berkaitan dengan aturan perusahaan, bukan hukum pidana.

"Kasus ini bisa jadi preseden buruk bagi kalangan buruh. Bisa jadi mereka akan dipidanakan oleh pengusaha hanya atas dasar rasa suka atau tidak suka," katanya.

Dalam perkara ini, Abdul Hadi dijerat Pasal 372 atau 374 KUHP tentang Penggelapan. Ketentuan ini memiliki ancaman hukuman paling lama lima tahun. Tersangka ditahan oleh penyidik Polresta Yogyakarta sejak 20 Maret 2013. 

Yusuf menjelaskan, kronologi kasus yang menjerat kliennya bermula ketika ia memutuskan bekerja di dua tempat sekaligus yakni PT Caraka Yasa dan PT Aero. Kedua perusahaan ini sama-sama bergerak di bidang ekspedisi barang.

Pada suatu waktu, Abdul Hadi kedapatan menggunakan mobil operasional milik PT Caraka Yasa untuk mengangkut barang dari PT Aero. Pemilik perusahaan yang tidak terima lalu melaporkannya kepada pihak berwajib.

Sekjen ABY, Kirnadi mengatakan, penundaan sidang tidak akan menyurutkan semangat kaum buruh. "Aksi solidaritas bakal kami gelar tiap minggu. Kami akan terus mengawal kasus ini karena merupakan bukti kriminalisasi terhadap buruh," katanya.

Pihak ABY yang dalam demo tersebut didukung sejumlah mahasiswa mendesak majelis hakim agar memutus bebas Abdul Hadi. Dia membandingkan kasus ini dengan keberadaan aparatur pemerintah yang bebas menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Namun hal itu tidak pernah dipersoalkan.

( Amelia Hapsari / CN31 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
20 Agustus 2014 | 23:21 wib
Dibaca: 51
20 Agustus 2014 | 22:37 wib
Dibaca: 224
20 Agustus 2014 | 22:26 wib
Dibaca: 295
20 Agustus 2014 | 21:35 wib
Dibaca: 306
20 Agustus 2014 | 20:29 wib
Dibaca: 350
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER