panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 April 2013 | 15:46 wib
Percepat Proyek JJLS, Pemkab Kulonprogo Gelontor Rp3 M
image

PROYEK JJLS: Para pekerja mengerjakan pelebaran dan peningkatan ketinggian Jalan Daendels di wilayah Desa Bugel dan Garongan yang akan menjadi JJLS. (suaramerdeka.com/ Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Agar proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Kulonprogo segera selesai, tahun ini Pemkab Kulonprogo menggenjot alokasi anggaran untuk pembebasan tanah menjadi Rp3 miliar.

Pemkab Kulonprogo bersama Bappeda DIY juga mengusulkan agar pemerintah pusat turut mengalokasikan anggaran untuk pembebasan tanah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki mengatakan, pengerjaan proyek JJLS selama ini diampu oleh tiga pihak. Pemerintah pusat melakukan pengerjaan fisik sedangkan pembebasan tanah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

"Pemkab Kulonprogo pada 2013 ini mengalokasikan Rp3 miliar untuk pembebasan tanah, yang biasanya hanya Rp300 juta – Rp500 juta setahun. Jadi agar lebih cepat, dan provinsi juga ada sharing anggaran," katanya, Senin (29/4).

Langgeng menyebut, total panjang JJLS di wilayah Kulonprogo sekitar 24 km. Hingga tahun 2012 lalu baru sekitar 2,5-3 km yang telah dilakukan pembebasan tanah, yakni di sisi barat (wilayah Desa Jangkaran).

Dengan alokasi Rp3 miliar, direncanakan tahun ini keseluruhan pembebasan tanah untuk JJLS bisa mencapai sepanjang 4-5 km.

"Kenapa sekarang pengerjaan di Bugel-Karangwuni (wilayah tengah), karena sisi barat menunggu kepastian dulu, kalau masterplannya kan belok karena kena bandara," ujarnya.

Selain menggenjot alokasi anggaran dari APBD Kabupaten, agar proyek JJLS cepat selesai Pemkab juga mengusulkan kepada pemerintah pusat agar turut mengalokasikan dana untuk pembebasan tanah. Selama ini pembebasan tanah hanya dibebankan kepada Pemkab dan Pemda DIY.

"Saat ada Bappenas di Jogja, kita sudah sepakat antara Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo didukung Bappeda DIY untuk mengusulkan itu. Waktu itu hanya ada kesanggupan untuk diakomodir tapi sampai tahun ini belum ada realisasi," ungkapnya.

Langgeng mengatakan, bila pengadaan tanah tidak dibantu pemerintah pusat dan hanya mengandalkan alokasi anggaran dari Pemda maka kemungkinan baru bisa selesai selama 20 tahun. Waktu yang diperlukan terlalu lama, padahal proyek JJLS ini merupakan program dari pemerintah pusat yang notabene status jalannya nanti menjadi jalan nasional.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, pembangunan JJLS di wilayah Kulonprogo tetap berjalan sesuai tahapan. Hanya saja, untuk JJLS yang melewati wilayah calon lokasi bandara masih harus dibicarakan dengan PT Angkasa Pura.

"Khusus yang nanti melewati daerah bandara masih harus didiskusikan, menunggu dari PT Angkasa Pura dulu, kalau yang lainnya saya kira tidak masalah," pungkasnya.

( Panuju Triangga / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
05 September 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 3259
05 September 2014 | 20:15 wib
Dibaca: 3373
05 September 2014 | 17:18 wib
Dibaca: 2698
05 September 2014 | 16:02 wib
Dibaca: 509
05 September 2014 | 14:55 wib
Dibaca: 708
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER