panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 April 2013 | 23:47 wib
PNS dan Perangkat Pemakai Sabu Terancam Dipecat

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Temanggung, bernama Bambang Srimulyono (48) alias Oni, Kades Candimulyo, Krisna Ariyanto (37), serta Rohamin (47) Kadus Ngijingan, dan Marsim (41) Kadus Klegen, terancam dipecat setelah tersandung  kasus pemakaian sabu-sabu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Temanggung, Dja'far, mengatakan, dirinya telah menerima laporan terkait oknum PNS yang ditangkap polisi karena terlibat pesta sabu-sabu dan perjudian di wilayah Brojolan Kota Temanggung.

Menilik aturan kepegawaian sanksi terberat bagi Bambang adalah pemberhentian dengan tidak hormat alias dipecat sebagai PNS. Demikian juga bagi ketiga perangkat desa sebagaimana dikemukakan pihak Pemerintahan Desa Setda Temanggung, yang membawahi perangkat desa menyatakan hal senada.

"Kami sudah menerima laporannya, dan akan segera kami tindak lanjuti sesuai aturan yang ada. Kami berpegang pada UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian. Jadi sejak ditahan maka yang bersangkutan diberhentikan sementara dari PNS,"kata Dja"far Jumat (5/4).

Menurutnya, sebagaiamana disebutkan pada Pasal 24 undang-udang tersebut seorang PNS yang ditahan pihak berwajib karena melakukakn suatu tindak pidana diberhentikan sementara dari jabatan atau status Pegawai Negeri. Hal itu berlaku sejak dari tanggal penahanan sampai ada keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
 
Bambang alias Oni sendiri menurut catatan BKD, belum lama berdinas di Dispendukcapil Temanggung, baru mulai per tanggal 16 Januari 2013. Sebelumnya dia berdinas di Dispendukcapil Kabupaten Magelang. "Sebelum di Magelang, dia pernah bertugas di Pusat kemudian di Semarang, baru pindah ke Magelang dan terakhir di Temanggung. Dari informasi yang kita gali yang bersangkutan mempunyai catatan kurang baik, karena sering tidak disiplin soal waktu," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Setda Temanggung Agus Sarwono, mengemukakan, untuk Kepala Desa dan dua Kadus yang ditangkap polisi karena melakukan pesta sabu-sabu di kompleks balai desa dipastikan mendapat sanksi. Akan tetapi dalam hal ini pihaknya akan berhati-hati dan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah.

"Kita menunggu ada dasar hukum yang jelas dulu, kita hormati proses hukum, tindakannya nanti kalau sudah ada kejelasan dan putusan. Kalau untuk Kades atau perangkat itu dapat diberhentikan kalau terancam hukuman lima tahun atau lebih.  Bahkan kalau dari sisi disipln itu ada aturan tidak masuk 40 hari bertutut-turut tanpa alasan jelas bisa diberhentikan" katanya.

Agus mengimbau kepada seluruh kepala desa, dan perangkat desa se Kabupaten Temanggung untuk bisa belajar dari peristiwa hukum ini, agar ke depan tidak terjadi yang demikian. Dia mewanti-wanti sebagai aparatur negara seharusnya bisa menjadi  suri tauladan bagi rakyatnya.

( Raditia Yoni Ariya / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
21 April 2014 | 03:29 wib
Dibaca: 381
21 April 2014 | 00:24 wib
Dibaca: 351
20 April 2014 | 20:53 wib
Dibaca: 415
20 April 2014 | 20:01 wib
Dibaca: 585
20 April 2014 | 15:55 wib
Dibaca: 596
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER