panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 April 2013 | 23:11 wib
Dampak Kelangkaan Solar, Terminal Induk Temanggung Sepi

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com — Dampak dari pembatasan solar mulai memengaruhi keberadaan transportasi umum di Kabupaten Temanggung. Sejumlah angkutan menghentikan operasi karena kuota bahan bakar tidak sesuai dengan kebutuhan harian.

Staf UPT Terminal UPT Terminal Induk Madureso, Temanggung, Muji Sujiyanto, mengatakan, dari pengamatan di terminal, jumlah kendaraan umum, khususnya bus ada penurunan sekitar 20-30 persen. Kedaan itu membuat terminal terbesar di Kabupaten Temanggung ini menjadi lengang.

"Dari catatan kami dalam beberapa hari terakhir memang terjadi penurunan. Pada hari normal biasanya ada sekitar 50 bus, terdiri dari bus AKAP dan AKDP. Kalau sekarang ini mengalami penurunan sekitar 20 sampai 30 persen,"katanya, Rabu (3/4).

Menurutnya, penurunan banyak terjadi pada bus jurusan Purwokerto-Semarang dengan kisaran 20 persen. Sedangkan untuk bus jurusan Sukorejo-Magelang ada penurunan sekitar 30 persen. Kemudian  bus jurusan Wonosobo-Magelang terdapat penurunan kurang lebih 20 persen.

Berkurangnya jumlah armada sendiri terjadi sejak satu pekan terakhir menyusul kelangkaan bahan bakar jenis solar. Dengan adanya penurunan ini, terminal terbesar di Temanggung ini nyaris sepi dari antrean bus.

"Kalau bus AKAP yang beroperasi di sini penurunannya dibawah 10 persen. Bus AKAP yang berangkat dari terminal ini adalah untuk jurusan Jabodetabek, Bandung, Sumatera, Denpasar dan Surabaya," imbuhnya.

Darmadi (40), sopir angkutan umum menuturkan, untuk mengatasi masalah ini dia lebih memilih satu hari beroperasi dan satu hari tidak, agar bahan bakar kendaraan mencukupi.

Pada saat tidak beroperasi, bus tetap keluar garasi tapi hanya sekadar membeli bahan bakar.

"Susah mas, mau narik bingung nggak narik ya berarti tidak makan. Makanya, kami memakai strataegi sehari narik sehari tidak, demi untuk dapat solar karena waktunya lama. Kalau antrenya lama, kasihan penumpangnya mereka juga buru-buru, malah kami yang dikomplain penumpang," jelasnya.

( Raditia Yoni Ariya / CN37 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
25 April 2014 | 00:24 wib
Dibaca: 266
24 April 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 302
24 April 2014 | 18:16 wib
Dibaca: 391
24 April 2014 | 17:39 wib
Dibaca: 561
24 April 2014 | 14:13 wib
Dibaca: 424
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER