panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Januari 2013 | 11:14 wib
Parade Teater Mahasiswa PBSI UNY

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2010 (semester V) FBS UNY menyelenggarakan pementasan teater dalam rangka ujian akhir mata kuliah di gedung pertunjukan Tejokusuma dan panggung terbuka FBS.

Parade pementasan teater kali ini diramaikan oleh enam kelompok teater, dua kelompok dari Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) dan empat kelompok dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).

Salah satu kelompok dari PBSI kelas Teater Layar, sengaja menampilkan pertunjukan naskah ''Aum'' karya Putu Wijaya di panggung terbuka FBS yang terletak di depan gedung kuliah IV. Pementasan itu mengusung tema ''Pertentangan Antara Kelompok Penguasa dengan Orang-orang Udik'' yang melakukan perlawanan dengan caranya sendiri.

Naskah Putu Wijaya itu penuh dengan sindiran-sindiran meskipun untuk memahami pertunjukan tersebut perlu perenungan tersendiri karena naskah itu tidak seluruhnya bersifat realistik. Sepanjang pertunjukan penonton yang menjubeli halaman pementasan tidak bergeming hingga akhir pertunjukan. Malam itu hujan tidak turun.

Menurut Dr Suroso dosen pengampu mata kuliah Drama, pementasan Teater Layar di arena terbuka merupakan pilihan yang berani. Sepanjang pengalamannya mengampu mata kuliah itu di Jurusan PBSI sejak tahun 1990-an, baru kali ini pementasannya dilakukan di tempat terbuka, berlatarkan pohon beringin di bawah arahan Puthut Bukhori sebagai supervisor.

Dia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap anak didiknya yang mampu menyelenggarakan pentas berkualitas. ''Ini merupakan pentas laboratori yang hampir dilakukan setiap tahun oleh sejumlah kelas di jurusan kami. Para mahasiswa telah menunjukkan karya kreatif yang mampu mengajak penonton untuk datang ke FBS UNY,'' katanya.

Selain kelompok Teater Layar, parade teater mahasiswa PBSI juga diramaikan oleh pertunjukan teater Pat Li Kur (BSI kelas A) yang mengangkat naskah ''Dhemit'' karya Heru Kesawamurti. Kemudian disusul oleh teater Setengah Tujuh (PBSI kelas M) yang mementaskan naskah Arifin C Noer berjudul ''Kisah Cinta''. Pementasan ketiga diselenggarakan oleh Komunitas Akar (PBSI kelas K) yang mengangkat naskah Nano Rinatiarno berjudul ''RSJ'' atau ''Rumah Sakit Jiwa''.

Pementasan keempat dipersembahkan oleh teater Sego Wungkus (PBSI kelas N) dengan naskah berjudul ''Bom Waktu'' karya Nano Riantiarno. Pementasan kelima dilakukan oleh teater Layar. Dan terakhir, pementasan dipersembahkan oleh Komunitas Sederhana (BSI kelas G) yang mengadaptasi cerpen AA Navis berjudul ''Sebelum Pertemuan Dimulai''.

( Bambang Unjianto / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Kedu Terbaru
05 September 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 17202
05 September 2014 | 20:15 wib
Dibaca: 7581
05 September 2014 | 17:18 wib
Dibaca: 6805
05 September 2014 | 16:02 wib
Dibaca: 654
05 September 2014 | 14:55 wib
Dibaca: 939
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER