panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Mei 2013 | 04:35 wib
Polres Purbalingga Dipraperadilankan


PURBALINGGA, suaramerdeka.com
- Kapolres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo dipraperadilankan oleh tiga tersangka pengeroyokan. Permohonan  sidang praperadilan itu sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga, Senin (13/5) lalu.

Ketiga tersangka pengeroyokan itu adalah Hadirin, warga Dusun Karangtengah, Desa/Kecamatan Pengadegan, Simin Sudarno, warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah dan Eno Suceno, warga Dusun Karangtengah, Desa/Kecamatan Pengadegan.

Kuasa hukum pemohon, Indarjo Hasta Sarwana SH mengatakan pihaknya mempraperadilankan Polres Purbalingga atas prosedur penahanan yang dinilai tidak sah. Karena kliennya yang ditahan adalah korban dari kasus pencurian yang dilakukan oleh Amin Subekti, warga Dusun Karangtengah, Desa/Kecamatan Pengadegan. Kasus itu sendiri terjadi pada 20 April lalu di rumah Hadirin.

"Klien saya adalah korban pencurian yang dilakukan oleh pelapor. Pelapor sempat tidak mengakui perbuatannya, namun setelah dipukul oleh klien saya, akhirnya mengakui bahwa ia mencuri 420 lembar karpet," katanya.

Namun oleh keluarga pelaku pencurian itu, ketiga kliennya dilaporkan ke Polsek Pengadegan atas tindakan pengeroyokan. Polisi menangkap Hadirin, Simin Sudarno dan Eno Suceno sebagai pelaku pengeroyokan dan menahannya pada 22 April lalu. "Yang jadi persoalan adalah, keluarga Amin sendiri mengakui bahwa yang bersangkutan memiliki keterbelakangan mental alias autis. Nah, keterangan Amin itu menjadi dasar penangkapan klien saya yang dinilai tidak sah," katanya.

Dengan praperadilan itu, Indarjo meminta kepada Polres Purbalingga untuk membebaskan kliennya, memberikan ganti rugi sebesar Rp 25 juta dan melakukan rehabilitasi nama baik kliennya. Hal itu sesuai dengan Pasal 77 KUHAP huruf A yang berbunyi sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan, dan huruf B yang berbunyi ganti kerugian dan/atau rehabilitasi bagi seorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan.

Sementara itu, Kapolres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Sardjo mengatakan, pihaknya mempersilakan yang bersangkutan untuk melakukan permohonan praperadilan. Pihaknya siap menghadapi sidang tersebut dan berkeyakinan bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan hukum sesuai prosedur. "Kami melakukan penahanan karena ada laporan yang masuk ke kami. Laporan pengeroyokan masuk pada tanggal 20 April," katanya.

Menurutnya, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut juga sudah lengkap alias P-21, artinya, alat bukti dan barang pembuktian, sudah diserahkan pihak kepolisian kepada Jaksa Penuntut Umum dan dinyatakan lengkap. Dengan demikian, sudah bisa dilanjutkan ke proses hukum berikutnya.

Terkait kasus pencurian yang dilakukan oleh korban pemukulan, pihaknya juga tengah memprosesnya. Sebab laporan kasus pencurian itu baru masuk ke polisi pada 10 Mei lalu. Jika hasil penyidikan korban pemukulan tersebut terbukti melakukan pencurian, tetap akan ditindak secara hukum.

"Soal keadaan pelaku, apakah ia keterbelakangan mental atau tidak, kami akan melakukan pemeriksaan dengan bantuan psikiater," katanya.

( Ryan Rachman / CN34 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Banyumas Terbaru
19 April 2014 | 14:22 wib
Dibaca: 66
19 April 2014 | 12:56 wib
Dibaca: 348
19 April 2014 | 12:16 wib
Dibaca: 309
19 April 2014 | 11:17 wib
Dibaca: 318
image
19 April 2014 | 10:52 wib
Dibaca: 360
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 April 2014 | 17:16 wib
01 April 2014 | 23:35 wib
11 April 2014 | 17:55 wib
FOOTER