panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 Mei 2013 | 12:40 wib
Legalitas Usaha Perlu Sinergitas Pengusaha dan Pemkab

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Rendahnya kesadaran pelaku usaha dalam memenuhi kelengkapan legalitas usaha yang dijalankannya diangggap sebagai ancaman serius pada pemasukan pendapatan asli daerah (PAD). Kondisi ini merupakan realitas yang memerlukan perhatian dan juga bahan auto koreksi, baik bagi Pemkab maupun para pelaku usaha.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Banyumas, Mohammad Arsyad Dalimunte menanggapi tentang upaya Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Banyumas dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas Investasi.

Menurut dia, di lingkungan pengusaha seharusnya terbangun kesadaran untuk memenuhi legalitas dari usaha yang dijalankan. Pasalnya, kelengkapan legalitas usaha ini, merupakan bentuk komitmen yang nyata para pelaku usaha terhadap peningkatan pemasukan PAD.

"PAD merupakan salah satu modal Pemkab dalam membentuk iklim kondusif bagi tumbuhnya geliat ekonomi di lingkungan Kabupaten Banyumas," katanya.

Kelengkapan legalitas sesungguhnya menyangkut tentang keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan usaha itu sendiri, serta berimplikasi pada kepercayaan dan kenyamanan konsumen dalam menggunakan produk/jasa yang ditawarkan oleh pelaku usaha.

"Kelengkapan legalitas juga berpengaruh besar dalam membangun kemitraan mutualisme dengan  para pelaku usaha lainnya., baik untuk tujuan intensifikasi, ekstensifikasi maupun diversifikasi," paparnya.

Seperti diketahui, data yang dihimpun di kantor BPMPP mencatat 35% dari 1.175 pelaku usaha di lingkungan Kabupaten Banyumas belum memiliki legalitas usaha.

Oleh karena itu, sambung dia, pembangunan kesadaran atas kelengkapan legalitas ini perlu disosialisasikan dengan mengoptimalkan segala struktur pemerintahan yang ada mulai dari struktur paling atas sampai struktur pemerintahan terbawah maupun organisasi pelaku usaha seperti Kadin berikut assosiasi-assosiasi pelaku usaha di lingkungannya.

Di sisi lain, proses keterbentukan regulasi dari Pemkab menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan, sebab berpengaruh dengan efektifitas pelaksanaan dan juga ketercapaian tujuan. Proses penyusunan setiap regulasi hendaklah melibatkan para pelaku usaha yang merupakan obyek dari regulasi itu sendiri.

Masih menurut Arsyad, regulasi yang disusun Pemkab seharusnya melaui proses duduk bersama sehingga akan melahirkan tanggungjawab moral di segenap unsur-unsur yang terlibat. Dengan demikian, peluang ketercapaian tujuan dari penyusunan regulasi tersebut akan lebih berpeluang.

"Dengan duduk bersama, komplain-komplain seputar pengurusan legalitas dapat tereliminir, seperti kecepatan pelayanan perizinan dan birokrasi yang lebih simpel," ujarnya.

Pelaksana Harian Kepala BPMPP Banyumas Didi Rudwianto mengaku rendahnya kesadaran legalitas usaha tidak hanya merugikan pendapatan asli daerah, tetapi juga mengancam eksistensi usaha para pengusaha itu sendiri.

"Dengan menjalankan bisnis-investasi yang legal sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan, pembangunan iklim investasi akan semakin kondusif. Ini pada akhirnya mendorong spirit bisnis-investasi yang lebih luas," kata Didi.

Meski demikian, pihaknya akan membangun kebersamaan, kesepahaman dan komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha dalam rangka meningkatkan iklim investasi yang kondusif, sekaligus menjadi media kerjasama diantara para pemangku kepentingan (stakeholder) penanaman modal.

( Puji Purwanto / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Banyumas Terbaru
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 27410
05 September 2014 | 20:30 wib
Dibaca: 6378
05 September 2014 | 19:15 wib
Dibaca: 6618
image
05 September 2014 | 13:12 wib
Dibaca: 1002
05 September 2014 | 12:11 wib
Dibaca: 1736
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER