panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
04 September 2014 | 21:45 wib
PT KAI Akan Luncurkan Komuter Semarang

SEMARANG, suaramerdeka.com - Guna mengurangi kepadatan lalu lintas di Mranggen, Mangkang, dan beberapa titik kemacetan lain di Kota Semarang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang akan meluncurkan kereta komuter Semarang. Komuter
Semarang ini akan melayani rute Gubug-Weleri dengan kelas ekonomi AC.

"Kereta Komuter Semarang akan diluncurkan akhir September ini. Kereta akan menggunakan rangkaian gerbong kereta rel disel (KRD) seperti yang digunakan Cepu Ekspres dengan kapasitas angkut sekitar 140 tempat duduk," kata Kepala
PT KAI Daop IV Wawan Ariyanto, Rabu (3/9).

Menurut dia, kehadiran Komuter Semarang dapat dimanfaatkan para pekerja, baik dari Kendal maupun Grobogan yang akan ke Semarang. "Sehingga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas saat waktu berangkat dan pulang
kerja,"tambahnya.

Selama ini Daop IV baru memiliki komuter rute Tegal-Semarang dan Cepu-Semarang. "Kami menjadwalkan kereta berangkat dari Stasiun Poncol pukul 04.30 menuju Gubug. Lalu kembali lagi ke Semarang, baru melanjutkan perjalanan ke Weleri," tuturnya.

Harga tiket Komuter Semarang akan ditetapkan Rp 15.000 saja. Jika melihat kebutuhan masyarakat, pihaknya optimis pada awal peluncuran mampu mencapai sekitar 755. "Nanti kalau ke depan ternyata cukup diminati, maka akan ditambah jumlah rangkaiannya," tuturnya.

Sementara ini, Komuter Semarang akan dijadwalkan satu kali perjalanan. Kereta ini akan berhenti di Stasiun Gubug, Alastua, Poncol, Mangkang, Klaiwungu, dan Weleri.

Sementara itu, PT KAI belum memiliki rencana untuk melikuidasi KA Kalijaga rute Semarang-Solo yang okupansinya hanya di sekitar 20%-30%. PT KAI tetap mempertahankan operasional kereta kelas ekonomi AC ini, agar kereta itu tidak mati lagi untuk yang ketiga kalinya karena alasan tidak menguntungkan perusahaan. "Kalau mau dimatikan, kami tidak enak dengan
pemerintah daerah," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan bisnis, untuk memperoleh laba minimal tingkat okupansi harus 60%-70%. "Ini Kalijaga sangat memprihatinkan karena  hanya 20%-30%," paparnya.

( Fani Ayudea / CN40 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 216876
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 234903
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 235880
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 255009
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 236931
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER