panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 Agustus 2014 | 21:38 wib
Korupsi Penataan Taman Kiai Langgeng
Konsultan Pengawas Cabut BAP Kepolisian

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kasus dugaan korupsi penataan Taman Kiai Langgeng menuju SMPN 7 Magelang yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (25/8) menyita perhatian puluhan orang pengunjung sidang.

Hal itu setelah konsultan pengawas dari PT Hamparan Pinang Magelang, Beny Dwi Saputro yang menjadi saksi persidangan mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) Polres Magelang.

Di hadapan ketua majelis hakim, Erintuah Damanik, saksi Beny menegaskan, proyek penataan taman Kiai Langgeng sudah sesuai kontraknya.

"Sudah sesuai kontrak, baik kualitas dan volumenya proyeknya," tegas Beny.

Meskipun hakim mempertegas kembali dan membacakan ulang keterangan di BAP kepolisian, saksi yang melakukan pengawasan proyek selama 50 hari kerja ini tetap menyatakan, berita acara itu tidak benar.

Sebagaimana diketahui, Beny merupakan salah satu saksi yang dihadirkan jaksa Roy Arlan cs dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang. Tiga saksi lain yang dihadirkan ialah dua pegawai Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) Kota Magelang, Wardani Armiyati dan Sudaryanto, serta PNS Pemkot Magelang Larsita.

Keempat saksi ini memberikan keterangan kepada majelis hakim dalam perkara korupsi dari tiga terdakwa, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Kusdi, serta dua rekanan dari CV A Jaya, Suharno dan Sugito.

Erintuah mengatakan, keterangan di BAP disebutkan tiang lampu yang diproyeksikan semula galvanis digantikan besi biasa, sedangkan catnya semprot diubah cat kuas. Beny pun tetap yakin dan tak mengubah jawabannya.

Dalam perkara ini, jaksa Roy mendakwa Kusdi, Suharno, dan Sugito melakukan korupsi penataan Taman Kiai Langgeng yang merugikan negara sebesar Rp 60 juta. Adapun, pagu anggaran penataan taman yang dialokasikan APBD Jateng tahun 2012 itu sebesar RP 246 juta.

Proyek itu meliputi bongkar paving, pengadaan tanaman, serta tiang, dan lampu hias. Meski proyek belum rampung, namun pembayaran kepada rekanan sudah diselesaikan 100 persen.

Menanggapi pernyataan Beny di persidangan, jaksa Roy menilai saksi yang telah disumpah itu telah memberikan keterangan palsu. Menurutnya, terdapat kekurangan fisik proyek, berupa tiang lampu senilai Rp 60 juta. Ia pun berencana melaporkan Beny ke kepolisian.

"Itu pidana, semestinya dia (saksi Beny- ) jujur karena proyek itu fisiknya memang kurang. Kalau itu kesaksian palsu, kami akan melaporkan ke kepolisian," ungkapnya.

Sidang lanjutan akan digelar Senin (1/9) mendatang.

( Royce Wijaya / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 212307
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 231755
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 232675
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 251091
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 233825
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER