panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Maret 2014 | 19:22 wib
Seorang Guru Nekat Bunuh Suami Sendiri

BREBES, suaramerdeka,com - Tiga pelaku pembunuhan terhadap Bambang (56), warga Dukuh Karangjati, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, berhasil dibekuk jajarang Polres Brebes, Selasa (11/3). Bahkan, salah satu pelakunya diketahui istri korban sendiri. Yakni, Darkem binti Darno (48) yang bekerja sebagai Guru berstatus PNS.

Ia juga diduga kuat sebagai dalam pembunuhan terhadap suaminya tersebut. Aksi itu dilakukan lantaran korban tak pernah memberi nafkah selama menikah.

Sementara, dua pelaku lainnya yang membantu adalah Subagiyo bin Darno (57), warga Dukuh Rejomulyo Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan dan Willy Riyanto bin Sahroni (38), warga Dukuh Wargamulyo Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Ketiga pelaku tersebut kini meringkuk di ruang tahanan Mapolres Brebes untuk diproses hukum.

Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo mengatakan, aksi pembunuhan itu terbongkar berawal dari penemuan mayat di bawah Jembatan Sungai Bisjajar, Jalan Lumbir-Karangpucung, Kabupaten Banyumas, Minggu (9/3) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah dilakukan identivikasi diketahui mayat itu adalah korban yang diduga meninggal karena dibunuh. Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, akhirnya diketahui pembunuhan itu dilakukan oleh istri korban.

Bambang dibunuh pada Jumat (7/3) sekitar pukul 15.00 WIB di kediamannya sendiri. "Dari penuturan pelaku, korban di bunuh saat sedang tidur dengan dipukul martil ke arah kepalanya. Setelah itu, pelaku kemudian dibantu dua pelaku lainnya, yang masih ada hubungan saudara membuang mayat korban di bawah Jembatan Sungai Bisjajar, Jalan Lumbir-Karangpucung, Kabupaten Banyumas," ujarnya, saat gelar kasus di Mapolres Brebes, Selasa (11/3).

Lebih lanjut dia mengatakan, kini pihaknya juga berhasil mengamankan 19 barang bukti yang dilakukan pelaku. Beberapa barang bukti tersebut diantaranya martil (palu), satu unit sepeda motor, potongan rambut korban, satu buah kasur warna hijau dengan bekas darah. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, ketiga pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP Sub 338 KUHP Jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Sementara, Darkem  di depan penyidik mengatakan, suaminya nekat dibunuh lantaran sejak pernikahannya selama 25 tahun tidak pernah diberi nafkah. Padahal pelaku sangat membutuhkannya untuk biaya hidup bersama empat anaknya, yang tiga diantaranya duduk dibangku kuliah. "Kalau saya minta uang sama suami saya, selalu alasannya uangnya tidak boleh digunakan membiaya hidup saya bersama anak-anak. Suami selalu bilangnya lebih baik sayang harta ketimbang istri dan anak-anaknya. Ucapan itu yang selalu dilontarkan suami saya, yang pada akhirnya sering terjadi percekcokan antara saya dengan suami saya," tuturnya.

Dari pertengkaran itu, lanjut Darkem, sering pula ia dianiaya suaminya hingga menyebabkan luka-luka lebam dibagian tubuhnya. Selama ini suaminya itu tidak mempunyai pekerjaan tetap. Namun, dirinya selalu berusaha meminta uang kepada korban karena korban mengaku punya warisan dari orang tuanya yang kaya raya.

"Tapi, karena sering diperlakukan kasar dan dianiaya suami saya terus menerus, akhirnya saya membunuh suami saya sendiri saat sedang tertidur dengan menggunakan martil ke arah kepalanya. Satelah saya membunuh suami saya sendiri, saya benar-benar khilaf," pungkasnya.

( Bayu Setyawan / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
01 Agustus 2014 | 09:00 wib
Dibaca: 76
01 Agustus 2014 | 08:47 wib
Dibaca: 74
01 Agustus 2014 | 08:22 wib
Dibaca: 97
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER