panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Desember 2013 | 06:22 wib
Dokter Non Puskesmas Bisa Terlibat Program BPJS

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah resmi menerapkan program jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di bidang kesehatan tahun depan.

Program ini, melibatkan dokter maupun tenaga medis yang mengabdi pada puskesmas di seluruh Indonesia. Kendati demikian dokter yang bertugas mandiri atau melalui klinik-klinik juga tetap dapat menjadi bagian dari para medis yang melayani kebutuhan masyarakat.

"Ini yang belum banyak diketahui banyak pihak termasuk para dokter. Jadi program jaminan kesehatan memungkinkan dokter nonpuskesmas memberikan praktek untuk peserta jaminan," terang Ketua Umum Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Kesehatan Primer Indonesia (PKFI) dr Slamet Budiarto SH Mkes disela-sela pelantikan pengurus wilayah Jateng di ruang Prof Soemarman Lantai 6 Gedung Pascasarjana Undip, Senin (23/12).

PKFI melakukan soliditas organisasi menyusul pemberlakuan jaminan pemeliharaan kesehatan mulai Januari 2014. Organisasi yang berisi ratusan ribu dokter tersebar di Tanah Air itu mempercayai dokter Telogo Wismo untuk pengurusan wilayah Jawa Tengah.

Slamet menambahkan dokter bisa saja bergabung pada cabang PKFI kabupaten/kota seandainya berkeinginan menjadi mitra pemerintah melayani pemeliharaan kesehatan masyarakat. Menurutnya PKFI sudah terbentuk di seluruh Indonesia, tinggal menunggu kehadiran para dokter yang ingin bergabung.

Telogo Wismo menambahkan peran dokter akan sedemikian besar termasuk memberikan pengawasan terhadap kebijakan yang akan dijalankan pemerintah. Melalui PKFI, para dokter bisa memberikan kritik, saran dan masukan bila kebijakan diketahui tak sesuai harapan.

Program jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat adalah program bagus. Namun tetap saja, bisa ada kekurangan di sana-sini yang butuh dibenahi bersama. Organisasi profesi ini tak akan segan memberikan kritik tajam bila diketahui BPJS bidang kesehatan mengeluarkan kebijakan tak sesuai aturan.

Kepala Manajer Pelayanan Kesehatan PT Askes DIY/Jateng dr Veronica Mkes mengemukakan pihaknya memang harus menggandeng Puskesmas di awal pelaksanaan program jaminan pemeliharaan masyarakat. Sebab, Puskesmas adalah intansi yang dinilai paling siap, memberikan pelayanan satu atap tersebar hingga pelosok terpencil tanah air.

"Satu atap karena di puskesmas pasien bisa langsung periksa, mendapat obat atau bahkan dapat dirujuk ke RS yang peralatannya lebih komplet. Namun kami tentu tak mengabaikan peran para dokter atau tenaga medis nonpuskesmas. Mereka tetap bisa berjalan berdampingan dengan kami untuk memperkuat program tersebut," ucapnya.

( Hari Santoso / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 11315
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 11968
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 11769
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14017
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 11384
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER