panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 November 2013 | 04:26 wib
Sekolah Diadang 10 Kendala Kurikulum 2013


SOLO, suaramerdeka.com
- Berbagai kendala pelaksanaan Kurikulum 2013 mengemuka dalam Dialog bertema Kurikulum 2013 dan Ujian Nasional untuk Persiapan Global yang digelar Pusat Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta.

Kepala SMAN 1 Surakarta HM Thoyibun mengemukakan, setidaknya terdapat 10 kendala pelaksanaan Kurikulum 2013 di SMA yang dipimpinnya.

''Yang pertama adalah terlalu mepetnya pelaksanaan sosialisasi. Sebagai perbandingan, untuk pelaksanaan Kurikulum KTSP di SMAN 1, dua bulan sebelum tahun ajaran baru telah dilakukan persiapan dokumen maupun perangkat. Sementara untuk Kurikulum 2013,  Sosialisasi dari Direktorat dilaksanakan pada 9 -13 Juli 2013. Padahal masuk tahun ajaran baru pada 15 Juli,'' katanya.
 
Metode Pembelajaran yang diharapkan pada kurikulum 2013 yaitu metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang merangsang siswa untuk menjadi peneliti.

Namun perbedaan penafsiran pengertian scientific approach dan kurangnya contoh pembelajaran dengan metode ini di masing-masing mapel membuat pengajar bingung dalam pelaksanaan pembelajaran yang harus dilakukan.

Thoyibun juga memaparkan mengenai kesulitan mengenai penilaian. Penilaian yang diharapkan pada kurikulum 2013 yaitu penilaian yang terintegrasi dari aspek pengetahuan , ketrampilan dan sikap. Namun pada penilaian sikap yang berkaitan observasi, penilaian diri , penilaian teman sejawat dan jurnal.

Demikian halnya untuk penilaian antar mata pelajaran. wali kelas harus bersama-sama guru mapel membuat penilaian per individu siswa dan hal itu dikeluhkan sangat sulit oleh guru-guru pelaksana.

Guru yang hanya mengajar 2 jam seminggu juga sangat sulit menilai per individu siswa mencakup pengetahuan, ketrampilan dan sikap. ''Begitu begitu banyak rubrik dan komponen yang harus dinilai sehingga sangat rumit. Jika bisa disederhanakan akan sangat membantu,'' katanya.

Kurikulum 2013 juga mensyaratkan peminatan atau penjurusan dilakukan pada saat siswa masuk kelas X. Kendalanya adalah, hampir semua siswa memilih peminatan IPA  sedang yang memilih IPS  tidak memenuhi kelas.

Hal lain yang disampaikan yakni kurikulum baru yang mewajibkan siswa untuk mengambil mata pelajaran lintas minat sebagai pengayaan. Ia mencontohkan tentang siswa peminatan IPA bisa mengambil mata pelajaran dari peminatan IPS atau sebaliknya. Namun mapel lintas minat yang diharapkan untuk menyalurkan minat justru menjadi beban bagi siswa.

''Guru juga belum siap menerima perubahan karena kurangnya sosialisasi dan apatis dengan seringnya perubahan aturan-aturan,'' katanya.

( Evie Kusnindya / CN34 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Juli 2014 | 06:20 wib
Dibaca: 8
31 Juli 2014 | 06:08 wib
Dibaca: 40
31 Juli 2014 | 05:55 wib
Dibaca: 136
31 Juli 2014 | 05:42 wib
Dibaca: 177
31 Juli 2014 | 05:30 wib
Dibaca: 142
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER