panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 November 2013 | 13:50 wib
Kasus Penyadapan Cederai Kepercayaan RI

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah RI masih menunggu sikap Pemerintah Amerika Serikat dan Australia soal penyadapan terhadap Indonesia. Yang jelas, kasus ini mencederai kepercayaan Indonesia kepada kedua negara tersebut.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (6/11) siang, sesaat sebelum mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertolak ke Bali.

Julian mengungapkan, setelah beredarnya berita penyadapan menanggapai berita tentang penyadapan AS di keduataan mereka di Jakarta, Menlu Marty Natalegawa segera melaporkan hal itu kepada Presiden SBY.

"Pak Menlu telah melaporkan kepada Presiden mengenai kabar aksi penyadapan kedutaan besar," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Marty telah mengeluarkan pernyataan tertulis resmi yang menyampaikan bahwa Indonesia tidak dapat menerima dan mengajukan protes keras terhadap berita tentang keberadaan fasilitas penyadapan di Kedubes AS di Jakarta.

Kemenlu juga telah memanggil pejabat dari Kedubes kedua negara tersebut.

Awalnya, pemberitaan ini muncul di surat kabar Australia Sydney Morning Herald yang terbit pada 29 Oktober 2013. Dalam berita tersebut dibahas mengenai keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedubes AS dan Australia di Jakarta.

Julian menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia menunggu sikap dan pernyataan resmi mengenai pemberitaan ini.

"Mereka belum menyampaikan secara persis apakah mereka melakukan hal itu atau tidak, tidak bisa memastikan juga apa mereka menyangkal atau mengaku," kata Julian.

Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia dan negara-negara yang dimaksud memiliki kerangka kerja sama yang resmi. "Tentu ini mencederai kepercayaan kita pada mereka," tegasnya.

Menurut Julian, Presiden meminta negara-negara yang dimaksud tidak mengulangi perbuatannya.

"Beliau meminta agar hal tersebut tidak terulang, tidak terjadi aksi-aksi penyadapan dimasa mendatang. Kita juga pastikan untuk memperbaiki sistem informasi," lanjut Julian.

( Fauzan Jayadi / CN33 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
21 Agustus 2014 | 22:55 wib
Dibaca: 62
21 Agustus 2014 | 22:44 wib
Dibaca: 51
21 Agustus 2014 | 22:33 wib
Dibaca: 164
21 Agustus 2014 | 22:21 wib
Dibaca: 248
21 Agustus 2014 | 22:11 wib
Dibaca: 220
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
FOOTER