panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Oktober 2013 | 23:05 wib
Buyung Janji Bongkar Kasus Wawan
image

DATANGI KPK: Pengacara senior Adnan Buyung Nasution saat mendatangi kantor KPK. (suaramerdeka.com/Mahendra Bungalan)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengacara senior Adnan Buyung Nasution yang ditunjuk menjadi kuasa hukum adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah, Tubagus Chaeri Wardana berjanji akan mendorong kliennya untuk membingkar kasus dugaan suap dalam sengketa pilkada. Pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini menegaskan, bantuan hukum terhadap Wawan tidak mengurangi dukungannya terhadap pemberantasan korupsi.

"Kalau dia (Wawan, red) memang mau membongkar, alhamdulillah. Jangan seperti Gayus, mau membongkar tetapi setengah jalan," kata Buyung, Jumat (11/10).

Namun, Buyung mengaku kliennya sampai saat ini belum mau terbuka dan bicara banyak soal kasus itu. Menurut Buyung, Wawan memang mengaku diminta memberikan uang, demi memuluskan penanganan perkara sengketa pilkada Kabupaten Lebak, di Mahkamah Kosntitusi.

"Yang disampaikan tadi bahwa memang diduga memberikan dana kepada ketua MK. Tetapi memang masih menjadi pertanyaan darimana gagasan itu. Itu belum bisa kita jawab. Dia (Wawan, red) mengaku diminta," katanya.

Seperti diketahui, suami Airin, Tubagus Chaeri Wardana ditangkap KPK pada Kamis (3/10) malam dan menjadi tersangka pemberi suap kepada ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar terkait dengan sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak, Banten.

Chaeri merupakan tim sukses pasangan nomor urut dua, Amir Hamzah-Kasmin yang mengajukan gugatan ke MK karena keberatan dengan hasil penghitungan suara oleh KPU setempat yang memenangkan pasangan nomor urut 3, Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi.

Panel hakim konstitusi yang dipimpin Akil Mochtar pada 1 Oktober 2013 memutuskan untuk mengabulkan permohonan Amir Hamzah-Kasmin sebagian yaitu memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang di seluruh TPS di Kabupaten Lebak.

KPK menduga Akil akan menerima uang dari Chaeri melalui pengacara Susi Tur Handayani yang juga menjadi tersangka dalam kasus yang sama. Pada Kamis (3/10) sore, tim penyidik KPK menggeledah rumah Chaeri di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan dan mendapati belasan mobil mewah.

( Mahendra Bungalan / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
16 April 2014 | 17:13 wib
Dibaca: 28
16 April 2014 | 17:03 wib
Dibaca: 137
16 April 2014 | 16:53 wib
Dibaca: 221
16 April 2014 | 16:38 wib
Dibaca: 287
16 April 2014 | 16:28 wib
Dibaca: 273
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
FOOTER