panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
25 September 2013 | 07:17 wib
Sumur Injeksi Solusi Masalah Penurunan Muka Air Tanah di Jakarta

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar UGM mengusulkan penggunaan teknologi sumur injeksi air tanah untuk mengatasi permasalahan penurunan muka air tanah dan kenaikan pengambilan air tanah di DKI Jakarta.

Pasalnya terjadi pengambilan air tanah yang berlebihan dan tidak terkontrol di DKI selama lebih dari 36 tahun yang telah menyebabkan terjadinya penurunan air tanah yang selalu diikuti amblesan, banjir genangan dan intrusi air laut.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM Dr Wahyu Wilopo mengatakan, pengambilan air tanah yang berlebihan selama di DKI menyebabkan penurunan muka air tanah yang cukup drastis. ''Penurunan muka air tanah sebagian besar berada di bawah muka air laut yang memicu intrusi air laut terutama di daerah dekat pantai.

Apalagi belum ada pemetaan air asin di Jakarta,'' katanya saat memaparkan usulan inovasi UGM untuk mengatasi masalah DKI Jakarta di hadapan Gubernur DKI Joko Widodo beserta jajaran Kepala Dinas Pemprov DKI, di Balaikota Pemerintah Provinsi DKI.

Dikatakan, dari tahun ke tahun kondisi muka air tanah di DKI semakin menurun. Bahkan telah memicu semakin banyaknya daerah amblesan. Bisa dikatakan, konsentrasi daerah langganan banjir di DKI sama banyaknya dengan tingkat amblesan yang ada di daerah itu. ''Bukan hanya daerah puncak Bogor yang sebabkan banjir tapi di Jakarta sendiri ada penurunan air tanah yang memicunya,'' katanya.

Solusi yang sekarang diambil pemerintah DKI dengan memperbanyak sumur resapan untuk mengurangi daerah genangan banjir tidaklah cukup. Menurutnya, sumur resapan hanya mampu menyetuh daerah permukaan yang berjarak 10 hingga 15 meter dari permukaan tanah. ''Untuk sumur injeksi, justru sumber air yang digunakan air bekas banjir atau air sungai,'' ujarnya.

Adapun daerah yang mengalami amblesan di DKI Jakarta selama kurun waktu 1974 hingga 2010 sebagian besar terjadi di daerah pantai utara DKI. Di daerah lain yang juga mempunyai amblesan yang cukup besar merupakan prioritas untuk dilakukan sumur injeksi air tanah.

( Bambang Unjianto / CN26 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 14967
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 15821
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15590
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18110
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15081
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER