panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 September 2013 | 04:03 wib
Pegawai Outsourcing PLN Tuntut Menjadi Pegawai Tetap


SEMARANG, suramerdeka.com
- Sebanyak 11.000 pegawai outsourcing PT PLN Distribusi Jateng-DIY menuntut agar status mereka naik menjadi pegawai tetap.

"Pekerja outsourcing menuntut agar status mereka naik menjadi pegawai tetap. Setiap tahun kontrak selalu diperbaharui. Tidak ada kejelasan kapan mereka diangkat menjadi pegawai tetap," ungkap Ketua Serikat Pekerja Listrik Nasional (SPLN) Kompac Semarang, Rizki Yanuar kemarin.

Rizki mengatakan, pegawai yang sudah dikontrak selama dua tahun harus diangkat menjadi pegawai tetap. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menakertrans Nomor 19 Tahun 2013 dan Undang-Undang nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. "Banyak diantara mereka yang sudah puluhan tahun menjadi pegawai outsourcing. Sampai sekarang masih menjadi pegawai kontrak," kata dia.

Menyusul adanya ancaman mogok nasional yang dilakukan pekerja outsourcing di Jakarta, sebanyak 11.000 pekerja  outsourcing PT PLN Jateng-DIY mengancam akan melakukan hal serupa pada 27 Oktober.  Padahal, kata dia, pegawai outsourching tersebut justru melakukan pekerjaan inti. Meliputi, peyanan teknik, pembaca meter, administrasi dan masih banyak lagi. Sedang, pegawai outsourcing hanya mengerjakan pekerjaan tidak inti, seperti security, cleaning service, catering, driver, dan pekerja lepas tambang.

Saat ini, DPR RI telah membentuk panitia kerja (panja) untuk mengatasi permasalahan outsourcing BUMN. Namun, masih belum ada kesepakatan dari panja yang beranggotakan anggota DPR dan Menteri BUMN itu. Karena tidak ada indikasi yang meyakinkan oleh Dirut PLN agar patuh pada UU, maka buruh tidak memiliki pilihan lain untuk melakukan aksi mogok.

"Kami masih menunggu hasil keputusan dari Panja DPR dan Menteri BUMN. Kalau sampai akhir September tidak dipenuhi kami mengancam akan melakukan pembangkangan kerja, mogok total serta melakukan blackout seluruh area Jateng-DIY," katanya.

Kesepakatan itu merupakan hasil keputusan dari Federasi Serikat Pekerja Independen (FSPI), Federasi Serikat Pekerja Listrik Nasional (FSPLN). dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992. Rizki menambahkan, untuk membahas mogok daerah pada 27 Oktober mendatang, pihaknya akan menggelar Rapat Akbar seluruh pekerja outsourcing se-Jateng-DIY pada 1 Oktober nanti.

Deputi Manager Organisasi dan Pengendalian Tenaga Kerja PT PLN Distribusi Jateng-DIY Budi Pratomo sebelumnya kepada Suara Merdeka mengatakan, sesuai Permenakertrans 19/2012, ada dua jenis kegiatan usaha yang bisa dihandle perusahaan lain, yakni pekerjaan borongan dan penyediaan jasa pekerja atau buruh. Tahun ini diketahui ada 33 item pekerjaan yang ditangani 26 perusahaan lain melalui mekanisme lelang. "Selama ini PLN bekerja sama dengan perusahaan lain menangani para pekerja outsourcing," jelasnya.

( Fista Novianti / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
16 April 2014 | 23:58 wib
Dibaca: 808
16 April 2014 | 23:43 wib
Dibaca: 710
16 April 2014 | 23:28 wib
Dibaca: 568
16 April 2014 | 23:13 wib
Dibaca: 693
16 April 2014 | 22:58 wib
Dibaca: 637
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER