panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 September 2013 | 13:34 wib
Pemberontak Kembali Serbu Selatan Filipina


MANILA, suaramerdeka.com -
Pasukan pemerintah Filipina, Kamis (12/9), berusaha memukul mundur pemberontak Muslim yang bergerilya di kota kedua dekat pelabuhan selatan dan menyandera sejumlah warga.

Para pemberontak menyerang pinggiran kota Lamitan di provinsi Basilan, pemukiman bagi mayoritas pemeluk Kristen pada Kamis pagi, kata Wakil Walikota Roderick Furigay. Lima orang hilang dan dua terluka, katanya.

Gubernur daerah, Mujiv Hataman mengatakan, militer terus memantau pergerakan pasukan pemberontak di daerah itu, sementara sebagian besar warga telah dievakuasi sejak Rabu.

Bentrokan senjata meletus di desa Santa Catalina yang dikuasai pemberontak pada hari Rabu, di mana seorang fotografer AP menyaksikan 30 warga desa disandera. Para sandera melambaikan kain putih di depan rumah dan berteriak, "Jangan tembak, jangan tembak."

Walikota Zamboanga Maria Isabelle Climaco mengatakan pemberontak menuntut mediasi internasional, dan menolak untuk berbicara dengan pejabat provinsi.

"Mereka mengatakan bahwa itu adalah masalah internasional, dan tidak kurang dari masyarakat internasional, PBB, harus datang," katanya kepada jaringan TV ABS-CBN.

Provinsi Basilan merupakan pulau dekat kota Zamboanga, di mana pejuang Fron Pembebasan Nasional Moro telah menyandera belasan warga awal pekan lalu.

Krisis selama tiga hari telah melumpuhkan aktivitas warga dan sebagian besar penerbangan dan layanan feri ditangguhkan.

Komunitas militer dikerahkan dekat bentrokan, menjadikan wilayah itu menyerupai zona perang, dengan pasukan lapis baja dan penembak jitu ditempatkan di atas gedung dan sekolah-sekolah. Sebuah masjid dan menaranya bopeng karena tembakan peluru.

Sebanyak 15.000 warga desa telah melarikan diri dari pertempuran dan berlindung di kompleks olahraga terdekat. Tentara diperintah untuk mencegah pemberontak kembali mendekati kota, kata Menteri Dalam Negeri Mar Roxas.

Para pemberontak menandatangani perjanjian damai pada tahun 1996, tetapi pemimpin faksi mereka menuduh pemerintah mengingkari janji untuk mengembangkan wilayah miskin, bergolak.

Pemimpin pemberontak, Nur Misuari, telah mengasingkan diri. Dia menolak pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara Filipina dan gerakan pemberontak Front Pembebasan Islam Moro.

Pembicaraan damai telah berkembang menuju kesepakatan otonomi Muslim baru dan berpotensi mencapai hasil lebih besar, tetapi Misuari merasa ditinggalkan. Bulan lalu, kelompoknya mengeluarkan ancaman baru untuk memisahkan diri dengan mendirikan republik sendiri.

Setidaknya sembilan gerilyawan dan warga desa telah tewas sejak kebuntuan di Zamboanga mulai, kata para pejabat. Presiden Benigno Aquino III telah mengirimkan pejabat Kabinet atas dan kepala militer stafnya untuk mengawasi krisis keamanan di selatan bergolak negara itu, tempat kerusuhan Muslim selama puluhan tahun di negara mayoritas Katolik Roma ini.

Misuari tidak muncul di depan publik atau mengeluarkan pernyataan apapun saat pengikutnya menerobos ke kota pantai Zamboanga Senin pagi serta terlibat bentrok dengan tentara dan polisi.

( AP , Linda Putri / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 26035
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 27718
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 27430
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 30906
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 26664
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER