panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 September 2013 | 07:17 wib
Pakar: Indonesia Krisis Kedelai karena Lahan Berkurang

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar Agronomi UGM Prof Dr Didik Indradewa DipAgrSt menyebutkan, krisis kedelai yang kembali menerpa Indonesia saat ini salah satunya dikarenakan kurangnya lahan pertanian. Menurutnya Indonesia setidaknya membutuhkan 2 juta hektare lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan kedelai dalam negeri.

''Indonesia saat ini masih kekurangan beras sekitar 200 ribu ton, untuk mencukupi kebutuhan pokok tersebut kita harus menyediakan 1 juta hektare lahan lagi. Tapi sekarang ini kebutuhan impor padi saja sampai 2 juta ton sehingga kita masih kekurangan lahan sekitar 2 juta hektare,'' paparnya.

Oleh karenanya, disampaikannya, penting untuk meningkatkan luasan lahan pertanian untuk penanaman kedelai. Pasalnya tanaman juga mengalami persaingan di tingkat lahan.

''Misalnya saja kalau produksi kedelai naik maka akan menggeser produksi jagung dan sebaliknya. Jadi lahan harus dinaikkan agar produksi kedelai lokal bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Yang sekarang terjadi produksi kedelai turun karena tidak bisa bersaing dengan kedelai impor dan tanaman lainnya,'' urai guru besar Fakultas Pertanian UGM itu.

Dia menuturkan, pada tahun 1992 Indonesia mampu memproduksi 1,6 juta ton. Namun angka tersebut terus menurun karena areal pertanian semakin berkurang, sehingga produksi kedelai tinggal 800 ton per tahun. ''Ini adalah krisis kedua dan akan terus berlanjut jika tidak ditangani dengan baik,'' tandasnya.

Krisis kedelai juga ditengarai karena petani enggan menanam kedelai karena produktivitasnya rendah dan kalah bersaing dengan kedelai impor.

Akibatnya petani tidak mau menerapkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Padahal sejumlah lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia  tidak sedikit yang telah mengembangkan berbagi varietas kedelai yang unggul dan mampu bersaing dengan kedelai impor.

''Rata-rata produktivitas petani 1,3 ton per hektar sedangkan dari varietas kedelai yang dikembangkan oleh peneliti bisa mencapai 3-4 ton per hektare,'' terangnya.

( Bambang Unjianto / CN26 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
01 September 2014 | 14:37 wib
Dibaca: 58
01 September 2014 | 14:26 wib
Dibaca: 133
01 September 2014 | 14:15 wib
Dibaca: 144
01 September 2014 | 14:06 wib
Dibaca: 111
01 September 2014 | 13:57 wib
Dibaca: 166
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER