panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Agustus 2013 | 03:57 wib
Satu Desa Satu PAUD Belum Tercapai

JAKARTA, suaramerdeka.com - Berbagai upaya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mencapai target satu desa satu PAUD. Hingga akhir 2012, masih terdapat 25.834 desa di Indonesia yang belum memiliki PAUD.

Untuk tahun 2013 ini, Direktorat PAUDNI, Kemdikbud baru dapat mengalokasikan bantuan untuk mendirikan 1.491 lembaga PAUD baru. "Dari anggaran yang ada belum mampu menuntaskn program satu desa satu PAUD. Masih ada sekitar 25.834 desa yang belum memiliki PAUD, sampai akhir tahun kemarin," ujar Direktur Jenderal PAUDNI, Lydia Freyani Hawadi, di Jakarta.

Menurutnya, jik diasumsikan rata-rata setiap tahun dialokasikan bantuan sebanyak 1.491 lembaga, maka diperlukan waktu lebih dari 15 tahun untuk seluruh desa dapat terlayani. Oleh karena itu, diharapkan peran serta pihak lain untuk mewujudkan cita-cita itu. "Tidak bisa kalau hanya bergantung dari APBN. Butuh dukungan pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan seluruh masyarakat," katanya.

Lebih lanjut dia mendorong penyelenggaraan PAUD Holistik-Integratif yang mampu mengoptimalkan kecerdasan anak sesuai tahap tumbuh kembang anak. Dengan demikian akan memberikan kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan jangkauan sasaran yang makin luas, bermutu, merata dan berkeadilan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan infrastruktur yang telah ada di masyarakat. "Kami merangkul para mitra agar memberdayakan rumah ibadah, seperti masjid, gereja atau pura untuk lembaga PAUD," imbuh Reni, sapaan akrabnya.

Terkait dengan keberadaan tenaga pendidik untuk PAUDNI, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 942,1 miliar untuk pembinn pendidik dan tenaga kependidikan Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 301 miliar untuk tunjangan fungsional guru TK, dan Rp 302 miliar untuk tunjangan profesi. Selain itu, terdapat pula tunjangan khusus guru TK sebesar Rp 50,7 miliar.

Tunjangan ini diprioritaskan untuk guru di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. "Kami juga memberikan bantuan kualifikasi S1 guru TK dengan sasaran 6.176 guru," katanya.

Menurutnya, anggaran tersebut sebagai upaya untuk peningktan kompetensi dan kesejahteraan guru. Karena disadari bahwa mereka adalah ujung tombak kualitas pembelajaran. "Diharapkan anak bisa mendapatkan layanan pendidikan yang baik," imbuhnya.

( Satrio Wicaksono / CN26 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
23 Agustus 2014 | 22:02 wib
Dibaca: 3
23 Agustus 2014 | 21:45 wib
Dibaca: 153
image
23 Agustus 2014 | 21:27 wib
Dibaca: 192
23 Agustus 2014 | 21:10 wib
Dibaca: 220
23 Agustus 2014 | 20:53 wib
Dibaca: 241
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
FOOTER