panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Agustus 2013 | 08:19 wib
KKN-PPM Lakukan Pendataan Penduduk Miskin DIY

KULONPROGO, suaramerdeka.com - Rektor UGM Prof Dr Pratikno MSocSc meninjau lokasi kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM di Desa Hargorejo, Kokap, Kulonprogo. Kunjungan Rektor beserta rombongan dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan salah satu program KKN Keistimewaan DIY untuk pendataan penduduk miskin dan potensi desa.

"KKN sekarang ini, porsi pendataan lebih besar dari programnya. Berikutnya, porsi pendataan semakin kecil, tapi program semakin besar," katanya dalam sarasehan dan dialog langsung dengan perwakilan masyarakat di Balai Desa Hargorejo. Dalam dialog tersebut, Rektor didampingi Wakil Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo dan Koordinator KKN Keistimewaan DIY Gatot Murdjito.

Dia menerangkan, tahun 2013 ini kegiatan program KKN PPM UGM di Provinsi DIY difokuskan untuk mendukung program KKN Keistimewaan yang bertujuan untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan. Pasalnya angka kemiskinan di DIY berada di atas angka rata-rata angka kemiskinan nasional. "Mayoritas (penduduk miskin) ada di Kulonprogo," katanya.

Hasil kesepakatan UGM dengan pemerintah Kabupaten Kulonprogo, tambahnya, penerjunan mahasiswa KKN PPM di Kulonprogo memang diprioritaskan untuk melakukan pendataan masyarakat miskin dan pendataan potensi desa yang bisa dikembangkan agar bisa dilaksanakan dalam program kegiatan KKN PPM UGM selanjutnya. "KKN Tidak berhenti per periode tapi menjadi rangkaian kegiatan bergelombang," ujarnya.

Penerjunan mahasiswa KKN di Kulonprogo menjadi bagian dari penerjunan mahasiswa KKN PPM UGM yang diikuti diikuti 5.107 mahasiswa yang tersebar di 22 provinsi, 77 kabupaten dan 152 kecamatan di seluruh Indonesia. Namun demikian, jumlah mahasiswa KKN yang di terjunkan di DIY merupakan yang terbesar karena komitmen UGM dengan Pemerintah Provinsi DIY untuk mendukung program keistimewaan DIY.

Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menurutnya, diharapkan bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat miskin. Selain mahasiswa juga bisa belajar dengan masyarakat, mahasiswa juga mampu mengajak masyarakat menumbuhkan semangat kewirausahaan.

"Karena kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan cukup memberikan bantuan keuangan," imbuhnya.

Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo menuturkan angka kemiskinan di Kulonprogo mencapai 24%. Pemkab Kulonprogo bertekad untuk menurunkan angka kemiskinan sekitar 1,5 hingga 2% setiap tahun. "Target kita penduduk miskin Kulonprogo tingal 17% hingga tahun 2016," katanya.

( Bambang Unjianto / CN31 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
29 Agustus 2014 | 06:00 wib
Dibaca: 259
29 Agustus 2014 | 05:50 wib
Dibaca: 282
29 Agustus 2014 | 05:40 wib
Dibaca: 257
29 Agustus 2014 | 05:30 wib
Dibaca: 292
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER