panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Juli 2013 | 02:07 wib
KPU Cilacap Akan Digugat ke PTUN

SEMARANG, suaramerdeka.com- KPU Kabupaten Cilacap terancam akan digugat ke PTUN atas pencoretan 11 bakal calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Cilacap dari Partai Bulan Bintang (PBB) dari Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilu Legislatif 2014. Gugatan ini siap diajukan apabila hasil mediasi dan sidang sengketa pemilu tidak memenuhi harapan PBB.

Kesebelas caleg ini dicoret karena tidak melengkapi berkas persyaratan hingga batas waktu penyerahan berkas perbaikan terakhir ke KPU. Mereka ini ada yang tidak menyerahkan formulir fotokopi kartu tanda anggota (KTA) partai, menyertakan surat keterangan bebas narkoba, dan formulir BB5 (form bukti pengunduran diri dari partai).

Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Cilacap Sudarto selaku pemohon sengketa pemilu meminta supaya para caleg PBB supaya tidak dicoret. Jika permohonan tidak ditindaklanjuti, partainya siap menggugat ke PTUN.

"Saya harap persoalan ini tidak berkelanjutan. Saya akan menempuh jalur ke PTUN jika permohonan ditolak," katanya usai pelaksanaan mediasi KPU Kabupaten Cilacap dan PBB di kantor Bawaslu Jateng, Jl Atmodirono 12A Semarang, Senin (22/7).

Dalam kesempatan itu, Sudarto didampingi wakil ketua Awod, dan sekretaris Agus Suharto. Mediasi dipimpin Ketua Bawaslu Jateng Abhan Misbah beserta dua anggotanya Juhana, dan Teguh Purnomo. Termohon diwakili Ketua KPU Kabupaten Cilacap Warsid, Sekretaris KPU Kabupaten Cilacap Usnanto, dan Kasubbag Hukum Hari Sugiharto. Adapun, kesebelas caleg yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk DCS pileg ialah Anjar Gunadi, Mufti Farhan, Maharsih Tresno Veronica, Eka Rumiyanto, Nani Yulianingsih, Masdar Machsus, Mohammad Tholhah Mansur, Koko Ardianto, Sintawati, Iin Sumarlinah, dan Dadang Efendi.

Sudarto mengaku sempat bertanya ke Sekretaris KPU Kabupaten Cilacap soal batas waktu penyerahan berkas perbaikan pada 22 Mei lalu.

"Ketika tahu PBB masih kurang, sekretaris itu memberitahukan sampai tanggal 24 Mei lalu. Setelah terus menerus komunikasi, akhirnya saya menyanggupi penyerahan jam 18.00 saat tanggal itu (22/7), tapi kenyataannya ditolak," ungkapnya.

Soal caleg Masdar Machsus, PBB juga menganggap penyelenggara pemilu tidak menginformasikan ketentuan penyerahan form BB5. Ini menjadikan caleg tersebut hanya melampirkan surat pengunduran diri ke KPU. Dalam kesempatan itu, Warsid menegaskan tak gentar dengan ancaman gugatan yang diajukan PBB.

KPU tidak bisa memenuhi permintaan pemohon supaya bisa memasukan nama-nama caleg yang dicoret dan selanjutnya PBB melengkapi berkas susulan pada hari-hari ini.

"Hal itu tentu sulit kami terima, terlebih lagi KPU sudah berkerja sesuai ketentuannya. Kalau mereka melengkapi berkas susulan, KPU berarti menerima perbaikan berkas di luar jadwal, hal ini tentu menyalahi aturanm," katanya.

Mediasi sekitar satu jam berjalan alot, kedua belah pihak tidak mendapatkan titik temu.

( Royce Wijaya / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 4312
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 4685
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 4508
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 5777
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 4328
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 23:00 wib
FOOTER