panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Juli 2013 | 21:27 wib
Selundupkan Narkoba 7,74 Kg, Natalia Dijerat Pasal Berlapis

SEMARANG, suaramerdeka.com - Terdakwa penyelundupan narkoba Christina alias Natalia ER (56) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Senin (22/7) siang. Ia didakwa mengendalikan Rosmalinda Sinaga membawa 7,74 kg sabu-sabu dan heroin dari Malaysia ke Indonesia. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Semarang, Natalia dijerat pasal berlapis.

Pertama Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 113 ayat (2) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Narkotika. Ketiga Pasal 137 huruf (b) dan Pasal 131 perundangan yang sama.

"Terdakwa telah dengan sengaja tidak melaporkan meski mengetahui adanya tindak pidana penyaluran narkotika tanpa hak," demikian Jaksa Riyadi bayu Kristanto membacakan uraian salah satu pasal.

Jejak Natalia dalam perdagangan narkoba diketahui dari pengembangan penyidikan kasus Rosmalinda. Dua minggu sebelum penangkapan Rosmalinda di Bandara Ahmad Yani, Natalia mengunjungi terpidana Fedrick Luthar di Lapas Batu Nusakambangan. Kunjungan itu untuk memberikan salinan putusan kasasu Fedrick yang dijatuhi hukuman mati dalam kasus narkoba.

Fedrick memberikan uang Rp 5 juta kepada Natalia untuk diberikan kepada Rosmalinda. Fedrick juga memberikan kode tiket pesawat pulang-pergi rute Semarang, Malaysia dan Filipina. Fedrick juga menyuruh Natalia membuka beberapa rekening untuk transaksi narkoba. Buku-buku rekening itu ditemukan di apartemennya di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Penyidik juga menemukan percakapan pesan singkat antara Fedrick dan Natalia ihwal keberangkatan Rosmalinda ke Malaysia. Lalu pada 7 Oktober 2012, Natalia yang menginap di Kamar 1124 Hotel Horison Semarang memandu Rosmalinda untuk mengambil dua koper narkoba di Malaysia dan Filipina, lalu membawanya ke Semarang.

Rosmalinda sempat menelepon Natalia ketika tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang, sesaat sebelum penangkapannya tanggal 13 Oktober 2013. Rosmalinda sendiri saat ini tengah menunggu putusan kasasi yang diajukan atas hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Semarang dan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

( Eka Handriana / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
29 Juli 2014 | 07:35 wib
Dibaca: 16
29 Juli 2014 | 07:20 wib
Dibaca: 111
29 Juli 2014 | 07:00 wib
Dibaca: 127
29 Juli 2014 | 06:32 wib
Dibaca: 179
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER