panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Juni 2013 | 00:21 wib
Bus Persib Bandung Diserbu Jakmania

JAKARTA, suaramerdeka.com- Laga lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) antara tuan rumah Persija Jakarta lawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (22/6) sore, batal digelar. Sebab, tim tamu tidak bersedia datang ke stadion karena mendapat ancaman dari The Jakmania, julukan pendukung Persija.

Selama ini, pendukung kedua kesebelasan memang tak pernah akur dan memiliki dendam. Ketika Persija berlaga di Bandung, para pemainnya selalu mendapat teror dari Viking dan Bobotoh, julukan pendukung Maung Bandung. Peristiwa itu juga terjadi saat Persib akan melakoni laga di SUGBK kemarin.

Bus yang ditumpangi para pemain Persib 'dibegal' oknum The Jakmania sejak keluar dari Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, tempat mereka menginap. Bus tersebut dilempari batu hingga kacanya pecah.

Manajemen Maung Bandung akhirnya memutuskan tak datang ke stadion dan memilih pulang ke Bandung dengan alasan demi keselamatan pemain. "Kami membatalkan bertanding bukan takut kalah, tapi taruhannya nyawa. Mereka (The Jakmania-red) mengincar nyawa pemain Persib. Ini sangat disayangkan," kata Manajer Persib Bandung, Umuh Muhtar saat dikonfirmasi wartawan.

Akibat kejadian itu, lanjut Umuh, beberapa pemain mengalami luka. Sebab, beberapa kali batu melayang ke kaca hingga pecah dan melukai pemain. "Ada beberapa pemain terluka. Saya juga getihan (berdarah-red). Untung bus bisa masuk jalur tol. Sebenarnya, sebelum berangkat saya bicara dengan LO, dijawab LO aman katanya, walaupun tidak ada barracuda. Eh, baru jalan sekitar 50 meter sudah ditimpuk, malah ada yang akan mau bakar bus kami. Kami sangat menyayangkan soal pengamanan ini," ungkapnya.

Terpisah, pemain Persija Jakarta Ismed Sofyan mengaku kecewa dengan batalnya pertandingan tersebut. Dia menilai tindakan Persib tidak gentleman. Padahal, ketika Persija melawat ke Bandung selalu hadir di stadion, meski mendapat tekanan dari suporter. "Persib tidak gentleman. Kalau bus kami diserang saat bermain di Bandung, kami tetap melanjutkan pertandingan. Bila diteror suporter, kami juga mendapatkannya. Bahkan, teror yang kami alami lebih parah," ungkap Ismed.

Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia, selaku operator ISL, Joko Driyono belum bisa memutuskan apakah status laga tersebut ditunda atau dibatalkan. "Semua kemungkinan bisa terjadi, antara Persija menang WO (walk out) atau penjadwalan ulang. Tapi bisa saja Persija dinyatakan kalah karena soal disiplin. Jadi tunggu saja report-nya," kata Joko Driyono.

( Arif M Iqbal / CN34 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 26387
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 28086
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 27799
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 31303
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 27029
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER