panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Juni 2013 | 15:57 wib
Calhaj Tertunda, Kemenag Jamin Akan Masuk Kuota 2014

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu memastikan bahwa calon haji yang dengan terpaksa dikeluarkan dari daftar kuota yang berangkat tahun 2013, karena pengurangan kuota 20 persen oleh Kerajaan Arab Saudi, dijamin berangkat pada 2014 mendatang. Hal ini perlu ditegaskan agar mereka yang terpaksa tertunda telah mendapatkan kepastian.

"Kemenag memastikan yang tertunda pada 2013 ini karena masuk kriteria berdasarkan Permenag No 62/2013 dijamin penuh akan masuk kuota 2014. Tidak hanya itu. Mereka juga dapat pengecualian soal BPIH 2014. Dalam arti bila BPIH 2014 lebih besar daripada BPIH 2013 yang telah mereka bayar, maka mereka yang tertunda itu tak perlu menambah kekurangannya," papar Anggito dalam konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede jakarta Timur, Jumat (21/6) sore ini.

Menurut dia, walaupun pengurangan kuota ini adalah hal yang sangat berat dilakukan Kemenag, juga akan mengecewakan para calon haji yang sebenarnya telah masuk kuota 2013 ini, namun hal itu harus dilakukan. Pihak Arab Saudi sendiri telah menekankan bahwa pengurangan kuota untuk setiap negara itu juga demi keselamatan dan kenyamanan beribadah disana, terkait belum selesainya pembangunan (pelebaran) Masjidilharam.

"Namun perlu juga saya tegaskan bahwa pemerintah masih berupaya melakukan lobi agar tidak terjadi pengurangan kuota karena hal itu sangat merugikan Indonesia sebagai negara terbesar pengirim calon haji. Selain merugikan secara psikologis di tengah lamanya kita harus antre untuk berhaji, juga hal ini merugikan secara ekonomi. Potensi kerugian Pemerintah mencapai Rp 800 Miliar lho, ini kan tidak sedikit. Lobi kita sudah tingkat kepala negara, Presiden SBY sedang melobi Raja Arab Saudi," papar dia.

Menurut dia, potensi kerugian itu bersumber dari uang muka yang sudah terlanjur dibayar, juga terkait dengan kompensasi atas jamaah yang tidak jadi berangkat sekarang, serta bersumber dari penerbangan. Sebab, tarif dalam kontrak juga terkait dengan jumlah penumpang.

"Terjadi pengurangan kuota maka jamaah Indonesia yang awalnya 484 kloter, hanya jadi 387 kloter. Hampir 100 penerbangan berkurang," kata Anggito.

( Hartono Harimurti / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
25 April 2014 | 07:00 wib
Dibaca: 18
25 April 2014 | 06:50 wib
Dibaca: 26
25 April 2014 | 06:40 wib
Dibaca: 215
25 April 2014 | 06:30 wib
Dibaca: 269
25 April 2014 | 06:20 wib
Dibaca: 341
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER