panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Juni 2013 | 00:34 wib
Pemohon Akta Kelahiran Melonjak 400 Persen

DEMAK, suaramerdeka.com - Jumlah pemohon akta kelahiran di Kabupaten Demak melonjak sekitar 400 persen. Hal itu terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus sidang akta kelahiran bagi warga berusia di atas satu tahun.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Demak, Effendi mengatakan, warga berusia di atas satu tahun yang akan dibuatkan akta kelahiran kini tidak lagi melalui penetapan pengadilan. Sebaliknya, cukup dengan penetapan dari Dinpendukcapil.

"Ketentuan ini berlaku efektif mulai 1 Mei, sejak MK memutuskan penghapusan sidang akta kelahiran bagi warga yang berusia di atas satu tahun,’’ katanya, hari ini (14/6).

Sontak saja, keputusan tersebut merupakan kabar gembira bagi masyarakat. Kondisi ini bisa dilihat dari pemohon akta kelahiran yang biasanya hanya 25 orang/hari. Tapi sejak putusan MK tersebut, kata dia, jumlah pemohon akta kelahiran bisa mencapai 100 orang/hari.

Untuk mensiasati agar tidak terjadi penumpukan, pihaknya, memprioritaskan desa-desa yang berada jauh dari luar kecamatan kota. Mereka yang berdomisili di wilayah wilayah pinggiran mendapat prioritas dalam pembuatan akta kelahiran lantaran akses yang jauh dan biaya transportasi tinggi.

Adapun pembuatan akta kelahiran ini paling lama 14 hari. Karena itu, dia mengimbau warga yang berusia di atas satu tahun dan belum memiliki akta kelahiran agar bisa segera mengurusnya di kantor Dinpendukcapil.

Sedangkan denda bagi keterlambatan pengurusan akta kelahiran mengacu pada ketentuan perda. Bagi anak usia 0-60 tahun pengurusan akta kelahiran gratis. Tapi bagi mereka yang telah  berusia di atas satu tahun dikenakan denda sebesar Rp 50 ribu.

Sementara itu, Kades Pasir Kecamatan Mijen, Bambang Priyono mengatakan, kebijakan tersebut sudah disosialisakan melalui perangkat. Alhasil lebih dari 100 orang pemohon yang mengurus surat keterangan pengantar dari desa.

Tidak sedikit warga telah berusia dewasa tapi baru mengajukan permohonan pembuatan akta kelahiran. Mereka mengurus akta kelahiran cenderungnya ketika akan dibutuhkan.

Kades Kedungmutih Kecamatan Wedung, Hamdan menyampaikan, sosialisasi putusan MK ini sudah diteruskan ke desa melalui surat edaran dari Dinpendukcapil Demak. Sehubungan hal itu, jumlah pemohon akta kelahiran yang meminta surat pengantar mengalami lonjakan signifikan.

"Sudah satu bulan terakhir ini, lebih dari 100 orang warga kami yang mengajukan permohonan pengurusan akta kelahiran. Dari pihak desa tidakk ada beban biaya apapun, tapi  kami meminta warga agar mengurus sendiri di Dinpendukcapil," terangnya.

Untuk sampai ke kecamatan kota, diperlukan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam. Tidak sedikit warga Desa Kedungmutih memanfaatkan jasa tukang ojek untuk mengurus pembuatan akta kelahiran. Para tukang ojek mematok biaya pengurusan akta kelahiran itu sekitar Rp 150.000 Tapi bagi warga tidak mampu bisa pinjam sepeda motor miik urah maupun perangkat desa.

( Hartatik / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34549
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35813
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36106
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40188
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35250
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER