panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Juni 2013 | 19:42 wib
Harga BBM Naik Setelah 17 Jun

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah menyatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium menjadi Rp 6.500 dan solar Rp 5.500 per liter diperkirakan akan dilakukan setelah tanggal 17 Juni 2013. Rencananya, pada tanggal tersebut sidang paripurna akan mengesahkan RAPBN-Perubahan 2013.

Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan proses penaikan harga BBM membutuhkan proses administrasi sehingga tidak bisa langsung dilakukan setelah RAPBNP 2013 diketok tanggal 17 Juni.

"Ada administrasi, tidak bisa saat diketok tanggal 17 Juni, langsung ada DIPA(Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran)-nya segala macam. Jadi BBM naik segera setelah tanggal 17," katanya saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Jumat (14/6).

Seperti diketahui, dalam APBN 2013 pemerintah berwenang menaikan harga BBM bersubsidi. Namun, pemerintah ingin kenaikan harga sepaket dengan pemberian kompensasi atas naiknya harga BBM kepada rakyat miskin. Kompensasi itu harus melalui persetujuan DPR melalui RAPBNP 2013, termasuk di dalamnya pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BSLM)/Balsem.

Namun, Chatib masih enggan menyebutkan tanggal pasti kenaikan harga BBM itu. Menurutnya, kebijakan ini sepenuhnya ditentukan Presiden. "Yang memutuskan adalah Presiden karena APBN-P Balsem-nya itu sudah disetujui di panja belanja untuk 4 bulan, tapi kapannya, ini sepenuhnya wewenang Presiden," tegasnya.

Dia memaparkan dengan kenaikan harga BBM subsidi ini, maka pemerintah dapat menekan defisit negara baik neraca perdagangan maupun anggaran negara. Untuk defisit neraca perdagangan, lanjutnya, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi diharapkan dapat mengurangi impor minyak.

Adapun dari sisi defisit anggaran, kenaikan harga BBM akan membuat disparitas harga antara BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi bisa dikurangi. Dengan begitu, penyelundupan minyak pun juga akan berkurang sehingga anggaran negara yang dicuri karena penyelundupan ini bisa dikurangi.

"Kenapa orang menyelundupkan? Karena ada perbedaan harga, karena ada perbedaan harga, maka semakin besar keinginan orang untuk menyelundupkan. Jadi kalau BBM itu dinaikkan itu disparitas harga makin kecil, maka keinginan orang untuk nyelundup berkurang akibatnya porsi orang konsumsi BBM akan menurun," jelasnya.

( Kartika Runiasari / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 4003
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 4350
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 4195
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 5395
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 4018
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
05 September 2014 | 23:00 wib
FOOTER