panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Juni 2013 | 04:44 wib
PKL Wonogiri Setuju Pembangunan Pabrik Semen

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Persatuan PKL Wonogiri (PPKLW) menyatakan sependapat dengan rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Giriwoyo. Alasannya, pembangunan pabrik akan mendongkrak daya beli masyarakat, sehingga usaha mereka bisa meningkat.

Pembina PPKLW, Bondan Sejiwan Boma Aji mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh sepanjang pabrik itu berpihak kepada masyarakat Kabupaten Wonogiri. Meski demikian, Pemkab Wonogiri harus mengawal investasi yang masuk itu agar benar-benar lebih menguntungkan masyarakat.

Selain itu, dia meminta Pemkab agar selalu melibatkan PKL dalam mengambil kebijakan yang menyangkut PKL. Menurutnya, PKL akan mematuhi aturan jika sebelumnya mereka telah diberi penjelasan dan diajak bermusyawarah.

"Seperti yang dikatakan Bupati, jika investasi yang masuk mampu memperbaiki kehidupan masyarakat, pembangunannya perlu segera direalisasikan. Kami akan mendorong. Apalagi jika Bupati juga menjanjikan perbaikan infrastruktur. PKL akan lebih diuntungkan," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga Giriwoyo yang menamakan diri Paguyuban Aja Kwatir menolak pembangunan pabrik semen. Mereka khawatir pabrik tersebut akan merusak lingkungan dan mematikan beberapa mata air yang ada di kecamatan tersebut.

Di sisi lain, warga lain dari Kelurahan Giriwoyo, Girikikis, Guwotirto, dan Tirtosuworo kecamatan tersebut justru mendukung pabrik semen itu. Alasannya, pabrik semen itu diyakini akan mendongkrak perekonomian dan mengentaskan pengangguran.

Waluyo (55), pengusaha gamping dan penambang batu kapur dari Kelurahan Ngancar, kecamatan setempat mengatakan, kemungkinan banyak warga yang setuju adanya pabrik semen. Pasalnya, mereka bisa menjual tanah yang didominasi batuan kapur itu dengan harga tinggi.

"Kalau ada pabrik, tanahnya bisa dijual dengan harga tinggi. Selama ini, tanah seperti itu kurang laku. Tetapi kalau saya sendiri tidak akan menjual tanah meski dijual dengan harga berapa pun. Sebab, tanah itu sudah menjadi penghidupan saya turun temurun," katanya.

( Khalid Yogi / CN26 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
22 Agustus 2014 | 16:34 wib
Dibaca: 4
22 Agustus 2014 | 16:08 wib
Dibaca: 193
22 Agustus 2014 | 15:56 wib
Dibaca: 239
22 Agustus 2014 | 15:44 wib
Dibaca: 183
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
FOOTER